Topic
Home / Berita / Nasional / Mahasiswi Ini Mengaku Memasak 3 Ekor Kucing dan Menyantapnya Bersama Keluarga

Mahasiswi Ini Mengaku Memasak 3 Ekor Kucing dan Menyantapnya Bersama Keluarga

Postingan di facebook ini menuai kecaman para pengguna media sosial. (facebook.com)
Postingan di facebook ini menuai kecaman para pengguna media sosial. (facebook.com)

dakwatuna.com – Jember. Baru-baru ini pengguna media sosial dikejutkan dengan sebuah postingan yang memperlihatkan seorang wanita sedang mengangkat dua ekor kucing hutan yang sudah mati dengan keterangan ’’Hasil berburu hari ini Nyam…nyam…’.

Kontan saja postingan ini menuai kecaman dari pengguna media sosial. Bahkan, postingan foto ini dicapture kemudian disebarkan secara berantai melalui BBM, sambil berharap pelaku dalam foto ini ditangkap.

Salah satu kecaman datang dari akun kang.mamen yang memposting foto tersebut serta menyebarkan identitas pengunggah foto.

“Namanya : IDA TRI SUSANTI
Asalnya dari Kabupaten Lumajang, tinggal di Jember. Kuliah dijurusan Matematika Universitas Jember
Dengan bangga memperlihatkan (postingan) hasil buruannnya. Kucing Hutan (Felis bengalensis). Macan Akar termasuk satwa liar mamalia yang dilindungi undang-undang, tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990. Macan akar menjadi predator buat beberapa hewan yg bisa menjadi hama seperti tikus.
Sadis! Mohon disebar supaya sampai pada instansi terkait dan pelaku merasa malu (kalau punya malu) dengan seenaknya memburu dan membunuh hewan yang dilindungi!”

Dan ternyata pelaku memang seorang mahasiswi bernama Ida Tri Susanti (20), yang telah diamankan petugas Polres Jember karena memposting foto dengan 2 ekor kucing hutan yang sudah mati tersebut.

Dihadapan petugas Ida membuat pengakuan yang mengejutkan, Ida mengaku memasak 3 ekor kucing hutan itu kemudian dimakan bersama keluarganya.

“Saya nggak tahu kalau itu hewan dilindungi. Saya kira itu hewan yang biasa makan hewan ternak ayam. Makanya, kucing itu dimasak ibu saya kemudian kita makan bersama,” ungkap Ida di Mapolres Jember, sebagaimana dilansir detikcom, Ahad (18/10/15).

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jember tersebut juga mengaku bahwa kucing hutan itu bukan hasil buruannya.

“Sebenarnya itu ada 3 ekor (kucing hutan), tapi bukan hasil buruan. Saya hanya dikasih saudara saya namanya Mas Dwi. Tapi Mas Dwi sendiri mengaku itu dibeli dari temannya,” jelas Ida.

Ida melanjutkan, bahwa sebelum kucing hutan itu dimasak, dia sengaja berpose dengan kucing hutan yang sudah mati di tangannya. Kemudian, dia memposting foto itu di akun Facebooknya. “Sebenarnya saya memposting foto itu tidak ada niatan apa-apa, hanya iseng saja,” jelas Ida.
“Awalnya saya nggak tahu kalau itu mendapat kecaman dari orang-orang. Saya dikabari teman-teman dan akhirnya saya menghapus foto itu,” pungkas Ida.

Sebelumnya, dikutip dari tempo.co, rekan satu kampus Ida, Dinda Fauziah, mengatakan Ida hanya iseng. Ia tidak menyangka foto yang diunggah pada 12 September 2015 itu bakal menuai kecaman dari berbagai pihak. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization