Home / Berita / Internasional / Eropa / Ulama Dunia Kecam Penyerangan Kantor Majalah Charlie Hebdo

Ulama Dunia Kecam Penyerangan Kantor Majalah Charlie Hebdo

Syaikh Ali Qara Daghi, sekjen Persatuan Ulama Muslim Sedunia (IUMS)
Syaikh Ali Qaradaghi, sekjen Persatuan Ulama Muslim Sedunia (IUMS)

dakwatuna.com – Paris. Sekretaris jenderal persatuan ulama Muslim sedunia (IUMS), Dr. Ali Qaradhagi, mengecam aksi serangan di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo yang menyebabkan tewasnya 12 orang, Rabu (7/1/2015) kemarin. Para korban adalah wartawan, pegawai majalah, polisi kartunis, termasuk kartunis terkenal, Stephane Charbonnier.

Syaikh Qaradhagi mengatakan, “Aksi ini adalah perbuatan dosa dan benar-benar dikecam, siapa pun yang melakukannya. Serangan ini sama sekali tidak akan membawa kebaikan kepada negara dan bangsa. Tujuannya hanyalah menciptakan kondisi genting yang akan penuh dengan kerusuhan antar pemeluk agama yang berbeda.”

Beliau melanjutkan, “Allah Taala telah menyebutkan adanya orang-orang kafir dan penentang agama Islam, dalam Al-Quran yang akan dibaca hingga Hari Kiamat. Oleh karena itu, berinteraksi dengan orang yang berbeda pendapat dan pemikiran adalah dengan cara berdialog dan berdiskusi, bukan dengan senjata dan pembunuhan. Apapun yang telah dilakukan oleh majalah Charlie Hebdo, hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk melakukan pembunuhan dan kejahatan ini.”

Menurut Syaikh Qaradhagi, aksi-aksi seperti ini hanya bertujuan untuk menimbulkan kondisi kacau dan perpecahan. Oleh karena itu, para politikus, pemikir, dan orang-orang yang masih bisa berpikir jernih agar berusaha memberantas pemikiran terorisme dengan cara menghilangkan sebab-sebab timbulnya, dan akar-akarnya. Dalam hal ini, IUMS siap berperan besar.

Serangan bersenjata di kantor majalah Charlie Hebdo kemarin mengakibatkan tewasnya 12 orang, di antaranya seorang kartunis senior, Stephane Charbonnier, yang telah bekerja sebagai redaktur majalah ini sejak tahun 2012.

Dari beberapa keterangan, diketahui bahwa motivasi serangan bersenjata api yang dilakukan tiga orang itu, adalah balas dendam karena majalah tersebut menghina keyakinan mereka.

Sementara, L’Agence France-Presse (AFP), melaporkan bahwa para pelaku berteriak, “Kami telah membalas dendam untuk Rasulullah.” Sebuah rekaman video amatir yang diambil dari atas gedung terdengar teriakan “Allahu Akbar.. Allah Akbar” di antara letusan senjata api.

Pada tahun 2011, media-media di Eropa menyebut istilah Syariah Pekanan (Charia Hebdo). Saat itu, Majalah Charlie Hebdo menyebabkan kemarahan luas umat Islam di Prancis dan juga di beberapa negara Islam, setelah publikasi gambar kartun yang menghina Rasulullah saw.

Pada tahun 2012, Charlie Hebdo juga berkali-kali memuat gambar kartun yang menghina umat Islam, di antaranya dengan gambar lelaki telanjang yang mereka katakan sebagai Rasulullah saw.

Gambar-gambar itu dimuat menyusul rangkaian serangan ke beberapa kedutaan besar di beberapa negara Timur Tengah, setelah dirilisnya film Innocence of Muslims. Saat itu, Prancis juga menutup beberapa kantor kedutaan, sekolah dan pusat kebudayaan Prancis di 20 negara Islam. (msa/dakwatuna/iums)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Prancis Ancam Beri Sanksi Baru untuk Iran

Organization