Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Kroto dan Sampah, Cara Menjadi Mahasiswa Kaya

Kroto dan Sampah, Cara Menjadi Mahasiswa Kaya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (rsh-kredit.ru)
Ilustrasi. (rsh-kredit.ru)

dakwatuna.com – Rasa jenuh kuliah kadang sering dirasakan oleh mahasiswa, apalagi ketika tugas kuliah sedang menumpuk dan tak ada habis-habisnya. Namun, di era saat ini menjadi mahasiswa kaya dengan usaha sendiri bukan lagi mimpi, terbukti sudah banyak contohnya.

Kuliah dan tugas yang tak ada habis-habisnya mungkin membuat sebagian besar mahasiswa merasakan jenuh dalam menjalani perkuliahan, terlebih apabila sudah menginjak semester pertengahan dan semester akhir, butuh ekstra semangat untuk menjalani hari-hari menjadi mahasiswa dengan setumpuk rutinitas perkuliahan.

Selain itu, mungkin untuk beberapa mahasiswa ada yang memilih kuliah sambil bekerja, tetapi mayoritas pada kenyataannya hal tersebut berisiko besar mengganggu kuliahnya, padahal kuliah sendiri untuk menciptakan masa depan yang lebih baik tentunya.

Namun, di era saat ini ketika zaman semakin canggih dan semakin modern, serta jarak bukan lagi menjadi persoalan utama, bisnis adalah pilihan yang tepat untuk mahasiswa yang ingin mempunyai penghasilan sendiri.

Di samping itu, berbisnis lebih mudah dijalani dan tidak terlalu menguras tenaga dibanding dengan bekerja tentunya, tetapi pada kenyataannya banyak mahasiswa yang ragu-ragu untuk memulai suatu bisnis karena alasan yang sangat klasik, yaitu modal. Padahal di sinilah letak kelebihan mahasiswa dibanding dengan orang lain yang tidak kuliah.

Seorang mahasiswa pasti dapat berpikir lebih kreatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan, karena biasanya seorang mahasiswa dituntut untuk selalu berpikir kritis dan hati-hati, hal ini berfungsi untuk mengurangi risiko kegagalan nantinya.

Selain itu seorang mahasiswa juga biasanya mempunyai link yang memudahkan mereka dalam melakukan pemasaran dalam menjalankan bisnis nantinya, itu adalah beberapa contoh kecil kelebihan yang dimiliki oleh seorang mahasiswa.

Banyak sekali bisnis yang dapat dimulai dengan modal nol, seperti menjadi seorang reseller, biro jasa, ataupun bisnis online yang sedang tren saat ini. Lalu, ada pula bisnis yang dapat dijalani dengan modal nol, seperti bisnis budi daya kroto secara modern.

Seperti yang dikutip dalam buku “Kupas Tuntas Budidaya Kroto Cara Modern” karangan Bayou Prayoga tahun 2013, untuk memulai usaha ini cukup mencari Indukan semut di alam bebas, tidak perlu modal kan? Biasanya koloni semut ini berada di pepohonan yang disukai semut rangrang untuk bersarang, dan waktu yang tepat untuk mencari indukan adalah saat musim kemarau.

Setelah mendapat indukan, hal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan tempat untuk koloni ini, biasanya tempat yang digunakan ialah rak susun, rak ini berfungsi untuk meletakkan media toples atau pipa paralon sebagai tempat semut rangrang bersarang nantinya.

Setelah semua tempat siap tempatkan semut rangrang yang diambil dari alam tadi ke dalam toples atau pipa paralon, jangan lupa diberi lubang di toples untuk sirkulasi udara semut dan diberi oli di setiap sudut rak agar semut tidak bisa keluar dari rak tersebut.

Untuk masalah pakan dalam melakukan bisnis ini tidak terlalu sulit, cukup memberi serangga kecil seperti jangkrik sehari dua kali, serta memberi air gula sebagai sumber karbohidrat untuk para semut.

Setelah itu tinggal tunggu hasil panen, biasanya panen kroto dapat dilakukan 15-20 hari, tidak tanggung-tanggung untung yang dihasilkan dari bisnis ini, untuk harga kroto saat ini rata-rata sudah mencapai harga Rp.150.000,-/Kg. Angka yang cukup lumayan untuk kantong mahasiswa, serta tentunya tidak mengganggu aktivitas kuliah karena waktu yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.

Selain bisnis kroto ada lagi bisnis yang tidak mengeluarkan modal terlalu besar serta waktu terlalu banyak dan yang pasti cocok untuk mahasiswa, yaitu mengolah sampah organik dan menjadikannya pupuk organik, selain dapat menghasilkan pundi-pundi uang, bisnis ini juga ramah lingkungan dan salah satu contoh nyata untuk mengurangi dampak globalisasi.

Seperti yang dikutip pula dalam buku “Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik” karangan Alex S, cara mengolah sampah organik menjadi pupus kompos terbilang mudah dan tidak terlalu sulit.

Dalam pembuatan pupuk kompos ini tidak membutuhkan modal besar, cukup mengumpulkan sampah organik kemudian dilakukan pengomposan, pengomposan ini dilakukan pada lubang kecil dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat menghasilkan pupuk yang alamiah.

Di samping itu hasil yang didapatkan dari menjual pupuk ini lumayan besar, untuk saat ini saja harga pupuk kompos di pasaran mencapai Rp.5.000,-/Kg. Bayangkan apabila sekali panen mencapai 100 Kg, hasil yang lumayan tentunya untuk kantong mahasiswa.

Namun untuk menciptakan semua itu kembali lagi kepada seberapa besar tekat dan semangat kita, karena hal itu lah modal awal untuk membuat sebuah usaha dari tangan kita sendiri, dan yang pasti Allah SWT tidak akan mengubah keadaan kita selagi kita sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 5)
Loading...

Tentang

Avatar
Mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta Program Studi Penerbitan dan Jurnalistik.

Lihat Juga

Financing Current Assets (Pendanaan Aktiva Lancar)

Organization