Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ummati Ummati Ummati: Manifestasi Ketulusan Cinta Rasulullah pada Umatnya

Ummati Ummati Ummati: Manifestasi Ketulusan Cinta Rasulullah pada Umatnya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuli lembaran sirahmu
Pahit getir pengorbananmu
Membawa cahaya kebenaran

Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umatmu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya

Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlakmu
Tidak terbalas segala jasamu
Sesungguhnya engkau rasul mulia
Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir namamu di dalam Al-Quran

Rasulullah kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajahmu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamal sunnahmu

Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan rasul sebagai pembela

(Syair Rasulullah oleh Munsyid Hijjaz)

ar-rasuldakwatuna.com – Memahami syair nasyid di atas jika memang kita hayati secara komprehensif dan penuh pemaknaan maka air mata tak kuasa akan jatuh dari mata kita. Bukan tidak mungkin lagi, Rasulullah yang mungkin selama ini belum kita cintai sepenuh hati, belum kita lakukan segala sunnah-sunnah dan ajarannya, Beliau memiliki kecintaan yang luar biasa kepada kita semua, umatnya. Parahnya lagi kita yang mungkin sempat meremehkan apa yang telah beliau teladankan. Na’udzubillah…

Kecintaan kita kepada Rasulullah mungkin hanya sebatas butir pasir di lautan nan luas. Dengan berdalih kita belum pernah bersua dengannya (mungkin), kita sulit untuk mencintai beliau. Padahal sudah jelas kita harus menempatkan Rasulullah sebagai prioritas kedua cinta kita setelah cinta kita kepada Allah.

Akan sangat kontras jika kita berbicara tentang kecintaan Rasulullah kepada kita semua, umatnya. Totalitas dan ketulusan cinta Rasul kepada kita sudah tak terbantahkan lagi. Banyak sekali bukti yang menunjukkan betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Salah satunya adalah di saat akhir hayatnya, beliau masih saja memikirkan umatnya. “Ummati, ummati, ummati” umatku, umatku, umatku. Umat selalu ada dalam prioritas hidupnya. Bukan kematian yang ditakutkan, bukan harta yang ia pikirkan, bukan pula sanak keluarga yang dipedulikan, tapi umat yang beliau khawatirkan sepeninggal Rasulullah menghadap-Nya. Inilah alasan mutlak mengapa kita harus mencintai Rasulullah, Rasulullah yang telah membuktikan ketulusan cintanya kepada umatnya, akan sangat ironis jika kita tidak mencintai beliau. Rasulullah tidak memikirkan apapun di akhir hayatnya, namun hanya satu hal yang ia pikirkan, yaitu bagaimana kondisi umatnya nanti. Sehingga sudah saatnya marilah kita mulai belajar mencintai Rasulullah, dengan berittiba terhadap sunnah-sunnahnya, mari kita buktikan betapa kita mencintai Rasulullah seperti beliau mencintai kita semua sebagai umatnya.

Ya Rasulullah, izinkan kami mencintaimu dan menjadi umat terbaikmu….

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 7,60 out of 5)
Loading...
Phisca Aditya Rosyady
Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korea Selatan Periode 2017-2018. Ketua Indonesian Muslim Student Society in Korea Periode 2016-2017. Lulusan master di Computer Science and Engineering Seoul National University, pernah menjadi Researcher Assistant di Sungkyunkwan University, Korea. Suka traveling, menulis, coding, dan blogging. Memiliki semboyan, beraksilah niscaya Allah akan mereaksikan ikhtiarmu!

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan

Figure
Organization