Home / Berita / Nasional / Saat Minoritas, Umat Islam Juga Sulit Bangun Masjid

Saat Minoritas, Umat Islam Juga Sulit Bangun Masjid

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI), Goodwill Zubir, mengungkapkan bahwa kesulitan mendirikan rumah ibadah tak hanya dialami umat Nasrani. Kaum muslim yang mayoritas di negeri inipun juga mengalami nasib serupa.

“Umat Islam di beberapa daerah seperti di Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat, juga mengalami kesulitan ketika hendak mendirikan masjid,” kata Goodwill Zubir, saat bertemu dengan pimpinan MPR, di gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Kamis (16/2).

Hanya saja, lanjut Goodwill, peristiwa itu tidak terekspos media massa sehingga nasib umat Islam ketika kesusahan menjalankan ibadah tidak diketahui banyak pihak. Untuk itu, kata Goodwill, DMI mengharapkan agar MPR mamediasi sehingga persoalan kesulitan mendirikan rumah ibadah itujuga teratasi. “Kita harap MPR mampu sebagai jembatan dalam masalah ini.”

Menanggapi pernyataan DMI, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari mempertanyakan persoalan kesulitan pembangunan gereja yang bisa menjadi isu nasional, sementara umat muslim yang kesulitan mendirikan masjid tak pernah terangkat. “Barangkali, penyebabnya karena umat Islam mayoritas, namun kalau dilihat dari segi ekonomi, penguasaan aset kekayaan, dan pemilik media massa besar, umat Islam bisa dikatakan minoritas,” tegas Hajriyanto.

Kosekuensinya, kata politisi muda Golkar itu, umat Islam sering kalah dalam perebutan wacana atau opini. “Saya sarankan agar umat Islam introspeksi dalam mengelola organisasi,” cetusnya.

Dicontohkannya, FPI pernah datang ke MPR dan mendukung Empat Pilar. “Namun opini yang berkembang di masyarakat berbeda dan mengapa yang dukungan (FPI) terhadap Empat Pilar itu tidak diekspos?” ujarnya.(fas/jpnn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 8,80 out of 5)
Loading...
Avatar
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Seminar Nasional Kemasjidan, Masjid di Era Milenial