dakwatuna.com – Gaza-, Brigade izzuddin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas mengangap Zionis Israel bertanggung jawab atas kematian pendiri Al-qossam, Muhamamd Mabhuh.

Dalam pernyataan tertulisnya yang dilansir infopalestina, Jum’at (29/1) Al-Qossam menegaskan, Zionis Israel tidak akan luput dari pembalasan pihaknya. “Kami akan mengunkap hasil penyelidkan atas kematian Al-Sayhid pada saat yang tepat.”

Sebelumnya, anggota biro politik Hamas, Ezat Al-Rasyiq menegaskan, Zionis telah melancarkan kejahatannya dengan membunuh komandan Al-Qossam, Mahmud Mabhuh di Dubai, Uni Emirat, Rabu (20/1). Ia menegaskan:  “Darah para syuhada tidak akan tertumpah sia-sia, akan menjadi laknat bagi Zionis.”

Dalam pernyataan khususnya kepada infopalestina, Kamis (28/1) Ia mengatakan, jasad al-Syahid tiba di Syuriah Kamis sore. Ia akan disemayamkan setelah shalat Jum’at (29/1) hari ini.

Anggota biro politik ini mengungkapkan, penyelidikan terhadap kasus terbunuhnya Mabhuh masih terus dilakukan bekerja sama antara pihak-pihak terkait di Dubai, untuk mengungkap dalang serta motif kejahatan ini.

Komandan al-Syahid, Mahmud Mabhuh adalah pendiri brigade Izzuddin Al-Qossam, sayap militer gerakan Hamas. Ia pernah menawan dua serdadu Zionis, Elan Sa’dun dan Evi Saportz untuk ditukar dengan tawanan Palestina. Ia pun mempunyai peran besar dalam mendukung perlawanan dan mujahidin. (asy/ip)