Home / Dasar-Dasar Islam / Hadits / Berjabat Tangan Menghapus Dosa

Berjabat Tangan Menghapus Dosa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Mushafahah –berjabat tangan—adalah sunnah Nabi. Ini amal yang mudah, tapi sungguh berat nilainya di sisi Allah swt. Dengan berjabat tangan, hubungan dengan saudara kita jadi dekat dan Allah swt. menghapus dosa kita. Subhanallah. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Acapkali bertemu dengan saudara kita sesama muslim, jangan lupa berjabatan tangan. Berikut ini dalil-dalil seputar berjabatan tangan.

Diterima dari Qatadah r.a. yang mengatakan, saya berkata kepada Anas bin Malik r.a., “Aapakah mushafahah terjadi di kalangan sahabat Rasulullah saw.?” Ia menjawab, “Ya.” (Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam kitab bahasan mengenai minta izin (6263) bab al-mushafahah –berjabatan tangan).

Diterima dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, aku pernah mendengar seseorang berkata kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, jika seseorang bertemu dengan saudaranya atau temannya, apakah ia mesti menundukkan (kepala)?”
“Tidak,” jawab Rasul.
“Ataukah menghormat dan memeluknya?”
“Tidak juga.”
“Apakah memegang tangannya (berjabat tangan)?”
“Ya,” jawab Rasul singkat. (Dikeluarkan oleh Imam Turmudzi dalam kitab bahasan mengenai minta izin (2728) bab tentang mushafahah. Ia mengatakan: ini adalah hadits hasan; Ibn Majah mengeluarkan hadits tersebut dalam kitab bahasan mengenai adab (3702) bab al-mushafahah. Imam Baihaki mengeluarkannya dalam bukunya (VII: 100), dan Imam Ahmad (III: 198). Albani menilai shahih terhadap hadits ini sebagaimana disebutnya dalam al-shahihah (nomor 150).

Juga diterima dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, ketika penduduk Yaman datang, Rasulullah saw. bersabda, “Telah datang kepadamu penduduk Yaman. Mereka adalah orang-orang pertama yang membawa tradisi mushafahah (berjabat tangan).” (Dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dalam bahasan mengenai adab (5213) bab tentang mushafahah. Syaikh Al-‘Arnauth mengatakan dalam jami’al ushul (VI: 617): isnad hadits ini shahih.

Diterima dari Al-Barra bin ‘Azib r.a. yang berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Jika dua muslim saling bertemu, lalu saling berjabatan tangan, saling memuji Allah (sama-sama mengucapkan alhamdulillah), serta sama-sama beristighfar (memohon ampunan dosa) kepada Allah, pasti mereka akan diampuni dosanya.” Menurut satu riwayat, Rasulullah saw. bersabda, “Tiada dua muslim yang saling bertemu, lalu mereka saling berjabat tangan kecuali mereka akan diampuni dosanya sebelum mereka berpisah.” (Riwayat pertama dan kedua dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Al-Adab (5211 dan 5212) bab tentang mushafahah; Imam Turmudzi mengeluarkan dalam kitab bahasan mengenai minta izin (2727) bab tentang penjelasan mengenai mushafahah; Ia mengatakan: hasan ini hasan gharib; Ibn Majah mengeluarkannya dalam kitab adab (3703) bab tentang mushafahah; hadits tersebut, sebagaimana dikatakan Syaikh Albani dalam Al-shahihah (II: 47), “Hadits tersebut karena ada sejumlah jalan %

Advertisements

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 9,54 out of 10)
Loading...

Mochamad Bugi lahir di Jakarta, 15 Mei 1970. Setelah lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, ia pernah mengecap pendidikan di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta, di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosah Islamiyah Al-Hikmah. Sempat belajar bahasa Arab selama musim panas di Universitas Ummul Qura’, Mekkah, Arab Saudi.

Bapak empat orang anak ini pernah menjadi redaktur Majalah Wanita UMMI sebelum menjadi jabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Politik dan Dakwah SAKSI. Ia juga ikut membidani penerbitan Tabloid Depok Post, Pasarmuslim Free Magazine, Buletin Nida’ul Anwar, dan Majalah Profetik. Jauh sebelumnya ketika masih duduk di bangku SMA, ia menjadi redaktur Buletin Al-Ikhwan.

Bugi, yang ikut membidani lahirnya grup pecinta alam Gibraltar Outbound Adventure ini, ikut mengkonsep pendirian Majelis Pesantren dan Ma’had Dakwah Indonesia (MAPADI) dan tercatat sebagai salah seorang pengurus. Ia juga Sekretaris Yayasan Rumah Tafsir Al-Husna, yayasan yang dipimpin oleh Ustadz Amir Faishol Fath.

  • amin alfath

    sangat bagus, tapi lebih baik lagi kalau selalu di update

  • assalamualaikum.

    ana mau nanya

    gimana hukumnya berjabat tangan dengan akhwat ( bukan muhrim) tampa ada niat buruk. syukran

    pertanyaan satu lagi:

    bagai mana hukum nya ketika nonton tv ato film yang agak porno, dan ketika itu kel;uar air mani, sementara

    kita dalam keadaan puasa, apakah puasa kita batal atau tidak? dan bagai mana caranya untuk

    menghilangkan kebiasaan nonton film hot. mohon solusinya.dan mohon di jawab secepatnya ke email ana. syukran.

    ini email ana ( [email protected] / [email protected].

  • asssalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan dan mohon dijawab ke email saya secepatnya

    1. apakah iri dengan kesuksesan orang lain itu berdosa atau tidak?

    2. bagaimanakah cara berdo`a yang baik dan sesuai dengan yang dianjurkan oleh rasulullah?

    email saya : [email protected]

  • Putri Nurul Jannah

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

    Pertanyaan:

    1. Bagaimana hukumnya apabila kita diundang untuk datang ke sebuah pernikahan,makan-makan,hajatan dsb tapi didalamnya ada unsur-unsur bid'ah,berbaurnya antara pria dan wanita secara bebas,ada nyanyian-nyanyian dan tarian. Sedangkan tamu yang mengundang tersebut adalah keluarga atau kerabat baik kita. Bukankah dalam islam mengabulkan undangan adalah wajib hukumnya(afwan jiddan kalau ana salah).

    2. Bagaimana penafsiran yang sebenarnya dari ghadul bashar?Apakah memandang dosen kita pada saat ia menerangkan mata kuliah termasuk sesuatu hal yang dilarang/atau dihindarkan?sedangkan ana pribadi tidak bisa fokus kalau tanpa harus melihat orang yang berbicara kepada ana.

    Mohon balasannya ke email ana di [email protected]

    Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

  • putra

    saya mau tanya,
    – ada nggak sich hadis atau ayat yang melarang menonton film porno atau hal yang berkaitan dengan itu??
    tolong balas ke email saya
    sebelumnya terima kasih atas tanggapan atas kebingungan yang saya rasakan saat ini.

  • sri mulyati

    Ass….setelah renungkan alangkah bahagianya hati saya,karena dengan membaca setiap artikel ini saya sangat tenang dan hidup sangat berarti.jadi janganlah sia-siakan hidup ini penuhi dengan amal dan ibadah kita.amin…

    was…

  • sarie

    assalam…
    sari menulis:
    pertanyaan: bagaimana hukumnya jika gadul bashar itu kurang dijalankankan / masih curi-curi pandang padahal sudah tahu itu dilarang, terkadang kita tak sadar telah melkukannya.. jzk..

  • nira

    mengomentari gadul bashar, semua manusia melakukan proses belajar,termasuk menjaga pandangan terhadap hal-hal yang tidak halal baginya, ini membutuhkan kepahaman, azzam dan komitmen terhadap diri sendiri, salah di awal bisa dikatakan lumrah, tetapi sebaik-baik manusia adalah yang belajar dari kesalahan. ORANG BERIMAN TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN BERULANG KALI.

  • ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
    pertanyaan : Bagaimana hukum nya salaman antara laki2 dan perempuan ? sementara ini hubungan nya antara guru dengan murid,mohon jawabannya ….jzk

  • eko wahyono

    Lebih bagus kalau ayat dan hadits dilengkapi dengan tulisan Arab, gitu mas Bugi. Kita jadi lebih yaqiinn. Suwun!!!!

  • bontenmaru

    icon Sosmed di samping ngeganggu konten bacaannya

Lihat Juga

Takutnya Seorang Mukmin Terhadap Dosa