Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Qailullah Kang Aher

Qailullah Kang Aher

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) tertidur kelelahan di sebuah mushalla. (ist)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) tertidur kelelahan di sebuah mushalla. (ist)

dakwatuna.com Subuh belum tiba ketika semburat biru cahaya lampu rotator mobil patwal gubernur Jawa Barat itu menerangi halaman gedung Pakuan. Menelusuri belokan sepanjang perjalanan menuju Tasikmalaya, atau Pangandaran, Jakarta, dan pelosok pelosok Jawa Barat lainnya.

Jawa Barat belumlah terbilang maju, pekerjaan kang Aher belumlah tuntas. 2008 lalu, kira beliau dengan menaikkan pembangunan 100% ruang kelas baru, dari 300 menjadi 600 pertahun. Keren sudah, bahkan angka 18.000 di akhir periode pertamanya tidaklah menyelesaikan seluruhnya masalah peningkatan kualitas SDM rakyat Jawa Barat itu. Dengan anggaran yang ada, menjaga infrastruktur Jawa Barat agar kemantapannya berada di angka 90 – 100% dalam perubahan musim kemarau dan hujan, membutuhkan perencanaan tajam dan matang.

Besok ini ada beberapa program pembangunan besar yang menunggu, PON 2016, Bandara Kertajati, beberapa ruas TOL baru, monorel Jawa Barat dst, Masjid Tegalega. Ahh.. sulit membayangkan betapa ketat pengawalan yang harus dilakukan terhadap semua pekerjaan itu.

Gerilya kegiatan dari satu titik ke titik lain, memastikan, memberi arahan, memotivasi, menghitung, mencari peluang lompatan, tiba tiba mentari telah menghilang. Di rumah sana, telah menunggu beberapa tamu yang ada keperluan. Hari telah berganti ketika kang Aher tiba di kediamannya.

Kebutuhan Ilahiyahnya mesti tetap terpenuhi, karena dari sanalah ruh kepemimpinan berasal, karena dari sanalah sumbernya, hikmah-hikmah mengalir dari setiap ceramah, arahan, pidatonya. Karena dari sanalah mulanya, lahirnya kekuatan menjalankan pemerintahan.

Kapan waktunya bagi beliau memenuhi kebutuhan kebutuhan Ilahiyah tersebut?

Tidak sulit menemukan kang Aher sedang shalat Dhuha di ruang kerjanya, di rest area. Menjadi pemandangan biasa bagi kami menyaksikan kang Aher menghabiskan satu dua jam penerbangan membaca Kalam Ilahi, atau di mobil, atau sesekali di lembayung senja pakuan.

Lalu…

Dari semua kesibukan itu, ada kalanya letih raga tak lagi tertahan, ada kalanya  dalam sekian detik beliau terlelap di kesendiriannya, entahlah waktu sesingkat itu apakah cukup mengganti lelahnya. Seperti yang kami jumpai Zhuhur tadi usai Shalat berjamaah, hanya sekejap.

Semoga Allah menjagamu..

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,09 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Mahfuddin Akhyar

    Emang gak begitu penting sih, tapi kalau masih bisa lebih baik kenapa tidak? Kata ‘qailullah’ yang tertulis sebagai judul tulisan diatas adalah dari bahasa Arab (قيلولة) yang transliterasi apiknya ‘qailuulah’. Kalau ditulis dengan 2L (qailuLLah), maka akan merubah arti sesungguhnya, bahkan ada kesan berkaitan dengan kata Allah seperti ‘bismillah’ atau ‘subhanallah’. Itulah salahsatu problematika transliterasi Arab-Latin yang menuntut kehati-hatian kita, agar tidak salah atau merubah arti dari kata yang dimaksud…

Lihat Juga

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan,Lc. (fokusjabar.com)

Aher Sambut Baik Reaktivasi Kereta Api di Jabar