Home / Berita / Internasional / Asia / Inilah Sosok Pelaku “Operasi Al-Quds” yang Menggentarkan Israel

Inilah Sosok Pelaku “Operasi Al-Quds” yang Menggentarkan Israel

Operasi Al-Quds, Asy-Syahid Muhammad Daud Akkari (islammemo.cc)
Operasi Al-Quds, Asy-Syahid Muhammad Daud Akkari (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Al-Quds. Operasi Al-Quds yang merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajah Israel, kini eskalasi-nya semakin meningkat. Kali ini perlawanan dilakukan dalam bentuk menabrakan mobil ke arah para penjajah. Setelah aksi Abdurrahman Idris Silwadi yang menabrak 8 orang Israel pada tanggal 22 Oktober 2014 lalu, kini aksi serupa diikuti oleh Ibrahim Muhammad Daud Akkari (48 tahun) pada hari Rabu (5/11/2014) kemarin.

Ibrahim menabrak 14 orang Israel, dua di antaranya tewas, satu di antaranya adalah polisi penjaga perbatasan. Asy-Syahid Al-Akkari merupakan penduduk Al-Quds yang kini berdomisili di kamp pengungsian Shuafat. Ia sudah menikah dan dikaruniai 5 orang anak.

Ibrahim merupakan saudara kandung dari mantan tawanan Palestina yang kini diasingkan ke Turki, Musa Muhammad Akkari. Musa dibebaskan dalam proses pertukaran tawanan Israel-Hamas pada akhir 2011 lalu, setelah dirinya selama 19 tahun mendekam di dalam penjara Israel. Musa sendiri dijatuhi hukuman seumur hidup setelah Israel menuduhnya sebagai anggota brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas yang menculik seorang tentara Israel, Toledano pada tahun 90-an silam.

Ibrahim Muhammad Daud Akkari syahid setelah ditembak oleh polisi Israel beberapa saat setelah ia menjalani aksinya. Dua timah panas bersarang di pundak dan kepalanya. Jasad Ibrahim sendiri dikembalikan Israel ke keluarganya pada waktu tengah malam di hari ia ditembak. (msy/sf/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 9,69 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina