Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Nasihat untuk Para Istri

Nasihat untuk Para Istri

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Bagaimana Jika ada seorang lelaki atau suami yang taat pada orang tuanya akan tetapi begitu keras dan pelit terhadap istri serta anak-anaknya, bahkan kurang pandai untuk menghormati keluarga dari pihak istrinya?

Jika memang ini terjadi di masyarakat kita, maka yang perlu dikoreksi adalah karakter daripada lelaki tersebut, bukan pada ketaatan seorang lelaki kepada orang tuanya, bagaimanapun juga berbakti kepada kedua orang tua adalah suatu kebajikan tersendiri.

Sama halnya dengan perintah shalat, jika kita mendapati ada orang yang suka shalat tapi masih saja suka berbuat maksiat dan suka menyakiti perasaan orang lain, maka yang dipermasalahkan di sini bukanlah perintah shalatnya, akan tetapi sejauh mana orang tersebut memahami dan memaknai akan pentingnya ibadah shalat.

Begitu juga jika kita dapati ada seseorang yang sudah bergelar haji bahkan berkali-kali menunaikan ibadah haji, akan tetapi kehidupan sosialnya bermasalah seperti kurang baik dengan tetangganya, masih suka menggunjing orang lain, sombong dan kikir.

Permasalahannya bukanlah pada kewajiban haji yang telah dikerjakannya, akan tetapi menyangkut personal daripada orang yang pergi haji tersebut, karena tidak semua orang yang pergi haji bisa mendapatkan haji yang mabrur sama halnya saat seseorang duduk di bangku sekolah tidak semuanya bisa mendapatkan gelar doktor karena ada saja yang berhenti di tengah jalan karena kondisi ekonomi dan alasan lainnya, begitu juga dengan para pedagang tentu tidak semuanya bisa untung bahkan ada saja pedagang yang gulung tikar karena mengalami kerugian atau tertipu oleh saingan bisnisnya.

Syariat Islam dalam keadaan dan kondisi apapun tetap harus kita agungkan, karena ini adalah perintah Tuhan, karena ajaran Islam sejatinya mendatangkan kemaslahatan bagi sesama dan menolak segala jenis kerusakan di muka bumi, manusia bisa saja berlaku salah di dunia akan tetapi syariat Islam tetap memiliki keutamaan bagi yang benar-benar melaksanakannya.

Karena semakin seseorang taat kepada Tuhannya dan berbakti kepada orang tuanya maka semakin baik pula hubungan sosial dengan keluarga dan sesamanya, jika ada orang yang kelihatannya sudah taat dan begitu berbakti kepada orang tua tapi masih tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka yang jadi masalah adalah sejauh mana ia memahami akan tuntunan Tuhan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Seharusnya semakin baik agama seseorang, maka semakin maju pula pola hidup dan pola pikirnya, karena sejatinya Ajaran Islam bukan terletak pada simbol, atribut dan aneka pencitraan semata melainkan lebih kepada sebuah nilai yang memberikan manfaat bagi diri dan sesama.

Lalu bagaimana jika sebaliknya, orang tua dari suami kurang baik terhadap anda selaku para istri, apakah yang harus anda lakukan?

Mertua sama dengan orang tua walaupun mereka tidak melahirkan kita, tetap harus dihormati sebagaimana kita menghormati kedua orang tua kita, tiada pilihan selain bersabar disertai dengan doa yang tulus agar perbuatannya bisa berubah adalah suatu kebajikan. Karena tanpa mertua anda, sang suami tidaklah akan terlahir ke dunia dan bisa menjadi pendamping hidup anda saat ini.

Mungkin saja mertua anda sedikit cerewet atau kadang berlaku galak merupakan karakternya sejak lama yang sulit diubah, kadang kala di balik kerasnya seseorang masih tersimpan kebaikan di dalam hatinya, akan tetapi kita sering cepat memvonis keadaan yang kurang berkenan dan kurang pandai mengambil hikmah dari suatu kejadian yang terjadi dalam hidup kita.

Maka tetaplah bersabar selama kehormatan dan harga diri anda tetap terjaga, tetaplah bersabar toh mertua anda tidak melakukan kekerasan terhadap anda. Tidak mudah memang jika kenyataan ini benar-benar terjadi, akan tetapi jika belum dicoba maka akan semakin tidak mudah lagi, bersabarlah karena kesabaran itu lebih manis daripada madu yang manisnya bisa menjadi penawar kegundahan hati anda dan jadilah anda orang yang berbahagia dengan kesabaran anda.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc. MA.
Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (UNISBA) & PIMRED di www.infoisco.com (kajian dunia Islam progresif)

Lihat Juga

Lihat, Bagaimana Wanita Mulia Ini Menyelesaikan Persoalan Rumah Tangganya