Home / Berita / Internasional / Afrika / Militer Burkina Faso Ambil Alih Pemerintahan Sementara

Militer Burkina Faso Ambil Alih Pemerintahan Sementara

Unjuk rasa yang disertai aksi-aksi penjarahan di Burkina Faso (news.sky.com)
Unjuk rasa yang disertai aksi-aksi penjarahan di Burkina Faso (news.sky.com)

dakwatuna.com – Burkina Faso. Militer Burkina Faso mengumumkan (30/10/2014) pembubaran parlemen pada Kamis kemarin menyusul gelombang aksi protes yang disertai kekerasan di negara kecil Afrika Barat tersebut menentang rezim berkuasa.

Panglima militer Burkina Faso, Jenderal Honore Traore, dalam keterangan resmi menyatakan bahwa pihaknya akan membentuk pemerintahan sementara (transisi) yang bekerja selama 12 bulan.

Pengumuman militer Burkina Faso tersebut dikeluarkan setelah Presiden Blaise Compaore mengumumkan pembubaran pemerintahan, menetapkan keadaan darurat di negara tersebut, serta menugaskan panglima militer untuk memimpin pemerintahan transisi.

Dalam keterangannya juga menyebutkan pemberlakuan jam malam dari pukul tujuh malam hingga pukul 6 pagi.

Pengambil-alihan kekuasaan oleh pihak militer, meskipun Presiden Blaise Compaore masih memegang jabatannya, merupakan kelanjutan dari memburuknya situasi politik dan keamanan di negara tersebut.

Dalam hal ini, kelompok oposisi gencar mendukung dan memobilisasi aksi-aksi unjuk rasa menuntut Presiden Compaore dan rezimnya mundur dari kekuasaan yang telah dipegangnya sejak tahun 1987 di negara yang berpenduduk 17 juta jiwa tersebut. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Poster Pimpinan Syiah Ayatullah Ali Khamenei Kini Terpampang di Mesir