Home / Berita / Nasional / Kembali ke ASI untuk Kejayaan GenerASI, Irfan Hakim: Manusia adalah Mamalia yang Sombong

Kembali ke ASI untuk Kejayaan GenerASI, Irfan Hakim: Manusia adalah Mamalia yang Sombong

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Talkshow Parenting dalam rangka Hari ASI Sedunia bersama presenter Irfan Hakim,  Sabtu (25/10/14).  (Anisa/kis/pkpu)
Talkshow Parenting dalam rangka Hari ASI Sedunia bersama presenter Irfan Hakim, Sabtu (25/10/14). (Anisa/kis/pkpu)

dakwatuna.com – Jakarta.  Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif (Roesli, 2005). Sayangnya pemberian ASI di Indonesia memprihatinkan.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2010), bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sampai dengan 6 bulan, hanya 15.3 %. Karena begitu besar manfaat ASI, penting bagi masyarakat untuk turut aktif menganjurkan agar para ibu menyusui bayinya sampai dua tahun dan memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka, yaitu hanya memberikan ASI tanpa makanan pendamping hingga bayi berusia 6 bulan.

Mengingat peran penting ASI dan dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW) yang diperingati setiap tanggal 1-7 Agustus, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU menggelar Talkshow yang bertema “Kembali ke ASI untuk Kejayaan GenerASI” pada Sabtu (25/10/14).

Talkshow ini diselenggarakan atas kerjasama PKPU dengan Majelis Taklim Al Mizan & Az Zahra di Teras kota Entertainment Center, BSD City, Serpong.

“Talkshow dan edukasi parenting ini dilakukan untuk mensosialisasikan pentingnya ASI bagi kecukupan gizi anak, menelaah peran masing-masing stakeholder dalam membantu keberhasilan menyusui, menggali pengalaman, dukungan ayah dan ibu bekerja dalam membantu keberhasilan menyusui serta menelaah keterlibatan pola asuh dalam mendukung keberhasilan menyusui,” ujar Ferry Suranto selaku Manager Kesehatan PKPU.

Kegiatan Talkshow dibagi kedalam dua sesi. Untuk sesi pertama mengenai peran lembaga dan sesi kedua, terkait peran internal keluarga dalam mensinergikan menyusui sebagai bagian untuk kejayaan generasi.

“Pemerintah mendukung penuh dalam mengkampanyekan pentingnya ASI. Ada Perpu dan permenkes utk mendukung ASI, itulah sebabnya muncul pojok asi di berbagai tempat yang diharapkan nanti untuk mengadakan ruang laktasi,” ucap Pujdo Hartono perwakilan dari Direktorat Bina Gizi dan Makanan Kemenkes sebagai pembicara sesi pertama.

Dalam kesempatan sesi ini, Rahmat Hidayat Co Founder Komunitas Ayah ASI menjelaskan tentang apa itu Ayah ASI. “Ayah ASI bukanlah ayah yang bisa menyusui tapi kumpulan ayah yang peduli pada kondisi isterinya yang tengah menyusui dengan membantu isterinya untuk mengurus urusan rumah tangga,” jelasnya.

Sedangkan pembicara sesi kedua adalah Irfan Hakim, artis dan ayah peduli ASI, Della Sabrina Indah Putri sebagai Konselor ASI yang sekaligus Istri dari Irfan Hakim serta psikolog Dra. Safitri Mursyid. M.Si konselor ASI dari Kita dan Buah Hati.

“Peran keluarga sangat penting terutama saat awal2 masa paska melahirkan,” ujar Della.

Irfan Hakim menuturkan pengalamannya saat beberapa kali mengikuti acara seminar.
“Beberapa kali mengikuti seminar, manusia adalah mamalia yang paling sombong karena tidak mau memberikan asi. Padahal mamalia yang lain pasti akan memberikan asi,” ungkapnya.

“Selama ini, saya memang tidak bisa memberikan waktu yang banyak untuk berkumpul dengan anak, tapi alhamdulillah saya masih dipanggil ayah bukan om. Yang saya berikan bukan kuantitas pertemuan tapi kualitasnya. Quality time,” tambahnya diiringi canda ringan.

PKPU mencoba mengajak berbagai elemen untuk berpartisipasi dalam acara ini, mulai dari pemerintah, lembaga dan organisasi penggiat ASI.

“Semoga acara talkshow ini dapat membuka cakrawala bahwa ASI perlu diupayakan bagi bayi, dan perlu sinergisitas dari semua pihak agar tercapai SDM yang cerdas sehingga kedepan akan terbentuk generasi yang dapat membawa negeri ini kepada masa kejayaannya,” tutup Ferry. (Anisa/kis/pkpu/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

Prosmiling (Program Kesehatan Masyarakat Keliling) di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan, Kampung Sindang Asih, Bogor, Ahad (13/11/2016). (Dita/Putri/PKPU)

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor