Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Pertanyakan Sikap Dunia Internasional Tidak Tekan Israel Cabut Blokade Gaza

Hamas Pertanyakan Sikap Dunia Internasional Tidak Tekan Israel Cabut Blokade Gaza

22.5dakwatuna.com – Gaza. Gerakan perlawanan Islam Hamas mengingatkan akan misi bantuan ke Jalur Gaza, menurut mereka dunia internasional justru tidak menuntut Israel agar mencabut blokadenya terhadap Jalur Gaza, padahal itu adalah inti dari permasalahan. Menurut gerakan perlawanan ini, blokade harus lebih dulu dicabut dari Jalur Gaza dan setelah itu baru rekonstruksi dilakukan.

Jubir gerakan Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan melalui pressrilis yang diterima redaksi situs berita Aljazeera.net, bahwa pernyataan dari Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaloon merupakan upaya untuk melakukan pemerasan, hal ini terlihat dari keengganan mereka mencabut blokade dari Jalur Gaza dan memfasilitasi berjalannya proses rekonstruksi Gaza.

Yaloon pada hari Senin (20/10/2014) menyatakan, bahwa Israel tidak mengizinkan masuknya barang-barang khusus untuk rekonstruksi Gaza apabila disaat bersamaan masih ada gerakan Hamas yang tengah memperbaiki terowongan bawah tanah mereka dan memperbarui persenjataannya.

Hal ini disampaikan Yaloon di hadapan Ban Ki Mon, Sekjend PBB yang kala itu melakukan kunjungan ke Israel. Yaloon menyaratkan bantuan boleh saja diberikan namun tidak untuk diberikan kepada aktivis teroris di Jalur Gaza.

Pernyataan Yaloon ini mengundang kemarahan dari pihak pejuang palestina. Abu Zuhri meminta kepada dunia internasional untuk memaksa Israel mencabut blokadenya dari Jalur gaza. Baru kemudian melakukan rekonstruksi terhadap Jalur Gaza.

Sebelumnya, dunia internasional telah menggelar konferensi untuk rekonstruksi Gaza di Mesir pada tanggal 12 Oktober lalu, mereka sepakat memberikan bantuan sebesar 5,4 milliar USD. (msy/alj/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina