Home / Pemuda / Essay / Dahsyatnya Membaca

Dahsyatnya Membaca

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

membacadakwatuna.comMembaca itu asyik lho! Siapa bilang? Ya.. kata orang yang telah mendapat kenikmatan membaca. Emangnya membaca itu nikmat? Bagaimana kenikmatannya? Orang tipe ini dengan jujur mengatakan membaca itu nikmat dan lezat bahkan lebih nikmat dan lezat dari permen nano-nano. he he. Buku baginya, dijadikannya sahabat setia dalam hidup, sehingga mereka cinta buku.

Tapi realitanya, justru pelajar tak banyak yang doyan membaca. Buktinya waktu bel istirahat berbunyi, para pelajar berduyun-duyun ke kopsis (kafe) bahkan rela antrian panjang menunggu giliran. Emangnya kopsisnya yang terlalu kecil atau orang yang membludak? Sedangkan di saat yang sama perpustakaan sepi dari pengunjung, sedikit sekali yang masuk untuk membaca.

Kemaren, sobat pelajar yang rajin bertandang ke perpustakaan mendapat hadiah lho dan itu diumumkan dalam upacara bendera yang diliput secara live oleh enam ratusan pasang mata. Hal ini ternyata tidak “menghipnotis” mereka untuk juga bersemangat dalam mengambil manfaat pustaka yang telah didandan dengan “ cantik” dengan layanan yang prima.

Buktinya, pengunjung perpustakaan tidak bertambah secara signifikan dengan bagi-bagi hadiah. Kenapa ya? Karena tidak menyadari dahsyatnya manfaat membaca dalam meraih kesuksesan. Nah, kalau begitu, harus ikutin nih beberapa tips agar dapat merasakan dahsyatnya membaca:

Pertama, Harus memahami manfaat membaca. Banyak sekali manfaat membaca yang akan dirasakan. Ya, dengan membaca bisa membuat pintar, hebat dan selamat. Orang yang sukses dan memiliki prestasi akademik yang gilang gemilang disebabkan oleh banyak membaca. Kan mustahil ilmunya bertambah kalau tidak doyan membaca. Makanya inilah saat berubah untuk mengubah persepsi yang salah dalam hal membaca.

Kedua, berjuang dan terus berjuang, maksudnya harus berjuang menaklukkan hati agar “jatuh cinta” pada buku. Apabila orang sudah jatuh cinta, wow… Perjuangannya akan berlipat ganda, dia rela tidak belanja asal dapat sesuatu yang dicintainya yaitu buku indah untuk dibaca.

Ketiga, membuat komunitas cinta membaca. Ketahuilah sobat, pergaulan dalam satu komunitas sangat mewarnai pikiran dan hati. Dengan berteman dengan orang yang rajin membaca maka kegemarannya juga akan berpindah pada dirimu, begitu juga sebaliknya.

Keempat, mohon pertolongan Allah artinya harus banyak berdoa pada Yang Maha Kuasa agar hati dan pikiranmu terpaut dengan membaca dan tentu diiringi dengan usaha yang maksimal untuk dekat selalu pada “kekasih yang setia” ini dengan menyapa dan membaca hatinya maksudnya isinya. Oke selamat membaca ya.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Drs. Dedi Irwan
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Jangan Larang Kami Membaca