Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Cara Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Belajar

Cara Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Belajar

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Hadiah Kado (klikdoang.com)dakwatuna.com Belajar adalah suatu proses menimba ilmu. Dengan belajar seseorang akan mendapatkan ilmu baru. Dengan adanya ilmu yang dimiliki, seseorang akan mudah menyelesaikan suatu permasalahan, baik permasalahan dalam diri ataupun permasalahan yang terjadi di sekitar lingkungan.

Ilmu pengetahuan yang ada saat ini telah berkembang pesat. Mulai dari ilmu berbasis alam, sosial, hingga ke teknologi. Seharusnya semakin berkembangnya ilmu pengetahuan membuat kita semakin giat belajar. Tapi sayang sekali kondisi ini tidak terjadi di Negara kita.

Di Indonesia, kemauan siswa untuk belajar sangat kurang. Mungkin disebabkan karena tidak menariknya kondisi yang tercipta ketika proses belajar mengajar dilakukan. Sebagian besar guru hanya mengajar dengan metode lama yaitu berceramah. Mulai dari pagi hingga siang, guru yang berdiri di depan kelas, selalu hanya berceramah tanpa ikut melibatkan langsung siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, siswa merasa bahwa ke sekolah itu hanya menjadi rutinitas yang membosankan.

Selain metode ceramah yang dipakai guru sangat tidak menarik siswa untuk belajar, kurangnya minat siswa dalam menuntut ilmu ini juga disebabkan oleh kurang sadarnya siswa akan pentingnya ilmu itu. Siswa tersebut tidak tahu untuk apa mereka belajar ke sekolah. Mereka datang ke sekolah dari pagi hingga siang hari hanya sebagai kegiatan yang mereka anggap sebagai rutinitas yang harus dilakukan karena mengikuti perintah orang tua.

Seharusnya, setiap siswa yang pergi ke sekolah harus memiliki tujuan yang jelas. Jadi setiap langkah yang mereka ambil dan setiap tindakan yang mereka lakukan di sekolah merupakan suatu kesatuan usaha untuk mencapai tujuan mereka, yaitu meraih sebuah cita-cita. Apakah itu mereka akan menjadi guru, farmasis, dokter, polisi ataupun berbagai macam profesi lainnya, yang penting mereka memiliki cita-cita. Diharapkan dengan mereka memiliki tujuan yang jelas ke sekolah membuat mereka menjadi lebih bersemangat.

Namun di sisi lain, meskipun siswa telah memiliki cita-cita, memiliki tujuan nyata untuk bersekolah, kadang karena kegiatan yang dilakukan berulang-ulang, maka dapat juga menimbulkan kejenuhan kepada sang anak. Rasa bosan yang mereka alami dapat berakibat pada malasnya mereka untuk belajar.

Oleh karena itu, untuk menghilangkan rasa malas para siswa dalam belajar, guru harus pintar mencari strategi agar murid tetap tertarik mengikuti pelajaran. Guru harus bisa menciptakan suasana dan perasaan senang kepada murid.

Salah satu hal yang paling menyenangkan bagi setiap manusia adalah menerima hadiah. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menimbulkan rasa senang dalam hati siswa ketika proses belajar dilakukan adalah dengan memberikan hadiah kepada mereka. Hadiah ini merupakan suatu pancingan bagi siswa untuk selalu berusaha mengerjakan dan memahami setiap ilmu yang di transfer oleh guru kepada mereka. Jadi diharapkan dengan pemberian hadiah dapat menjadi motivasi belajar sehingga prestasi para siswa ini pun di harapkan dapat meningkat.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sri Wahyuni
Pengamat pendidikan dan Guru Muda SGI V Dompet Dhuafa (http://www.sekolahguruindonesia.net/). Saat ini penulis ditempatkan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lihat Juga

Banyak petani yang beralih ke profesi lain yang lebih menjanjikan.  (satelitpost.co)

Belajar dari Para Petani