Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mengenal Diri, Memperbaiki Diri

Mengenal Diri, Memperbaiki Diri

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
muhasabah (inet)
muhasabah (inet)muhasabah

dakwatuna.comMengenal diri sendiri merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan di dunia ini. Merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya, merasa bahwa diri tidak sempurna, merasa bahwa diri belum baik. Rasa itulah yang akan mendorong manusia untuk berusaha memperbaiki diri, ia merupakan langkah awal dalam menuju perbaikan.

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ia sedang sakit, sehingga penyakit semakin parah akibat tidak pernah diobati. Tanpa disadari semakin hari semakin akut dan susah terobati sehingga mengakibatkan kematian. Ada juga yang tahu akan penyakit dalam dirinya, namun ia tidak pernah mengobati ataupun pengobatannya tidak berlanjut. Sehingga pada akhirnya penyakitnya pun kembali kambuh.

Menyadari bahwa diri belum baik.. merupakan pintu pertama untuk mendekat kepada Allah SWT. Dan sebaliknya merasa bahwa diri sudah baik dengan segala amal adalah awal dari bencana. Karena prinsip awal mula semua kemaksiatan adalah lalai dan ridha terhadap diri sndiri.. Sementara prinsip semua kebaikan adalah selalu terjaga dan merasa salah terhadap diri sendiri.

Memang jiwa manusia cenderung kepada kebaikan dan terhormat, oleh karena itu manusia lebih suka disanjung daripada ditunjukkan kesalahannya. Memang menerima nasehat bukanlah hal mudah, kecuali bagi orang-orang yang ikhlas hanya mengarap wajah Rabbnya.

Semakin peduli terhadap kesalahan dan ketidaksempurnaan yang kita miliki justru jiwa kita akan semakin indah mengkilap bak menemukan mutiara di dalam mutiara yang keras. Karena rasa bersalah tersebut kemudian dilanjutkan dengan perbaikan amal yang ada pada dirinya. Allah SWT berfirman:

“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Allah dengan hati yang selamat (selamat dari kesyirikan dan kotoran-kotorannya).” (QS. Asy Syu’ara: 88,89)

Wahai saudaraku,

Dalam heningnya sunyi mari kita berbicara kepada diri sendiri, meneliti kekurangan, mengoreksi diri, sehingga timbullah sikap selalu butuh dan hanya bergantung kepada Allah SWT. Maka selaku manusia biasa, kita dilarang untuk menganggap diri suci.. agar ada rasa untuk selalu memperbaiki diri.

Marilah beristighfar saudaraku.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Burhan Efendi
mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura angkatan 48 Institut Pertanian Bogor. Berasal dari Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.

Lihat Juga

Akhi, Jangan Terlalu Baik Padaku Please!