Home / Berita / Silaturahim / (Foto) PPSDMS Jogja Lakukan Napak Tilas Jejak Pahlawan Kemerdekaan di Waktu Dini Hari

(Foto) PPSDMS Jogja Lakukan Napak Tilas Jejak Pahlawan Kemerdekaan di Waktu Dini Hari

dakwatuna.comSemarak dirgahayu Indonesia selalu ramai dengan semangat para pemudanya yang menyelenggarakan bermacam kegiatan dalam rangka memperingati momentum perjuangan. Pada 69 tahun yang lalu, lahir suatu negara bernama Indonesia dari hasil pemikiran dan perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Mulai dari balita hingga lansia merasakan euforia momentum kemerdekaan Bangsa ini. Mereka saling berbagi bahagia dan harapan, sebagai bentuk kecintaan mereka kepada Indonesia dalam momentum merdekanya Indonesia hari ini. Berbagai cara memperingati hari kemerdekaan mulai dari mengadakan seremonial upacara, perlombaan, malam tirakatan, hingga refleksi perjuangan. Begitu pula para peserta Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Regional Jogja yang melakukan napak tilas jejak perjuangan para pahlawan, pada hari Ahad (17/8/2014).

Ahad dini hari (17/8/2014), peserta PPSDMS Jogja mengawalinya dengan aktivitas ruhiyah yakni shalat Tahajud guna meningkatkan bekal spiritual dalam menjalani hari, dan tidak lupa mendoakan keberkahan bagi NKRI. Lalu pukul 3.30 pagi, mulai mengayun langkah bersama menembus pekatnya malam, menapaki kembali apa yang dahulu pernah pahlawan kemerdekaan Indonesia perjuangkan. Sebuah napak tilas dalam rangka mengingat dan menghayati perjuangan para pahlawan pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, menuju monumen yang memiliki nilai historis di Yogyakarta, yakni Monumen Jogja Kembali. Berjalan kaki sejauh lebih kurang empat kilometer di saat langit masih gelap dengan taburan bintang menjadikan napak tilas ini lebih khidmat. Sesampainya di area Monumen Jogja Kembali, enam puluh peserta Napak Tilas Kemerdekaan kemudian merefleksikan momentum kebersamaan mereka dalam berasrama dan kontribusi apa yang bisa diberi bagi Bangsanya. Sebuah pertanyaan kemudian muncul.  Apakah benar Bangsa Indonesia telah merdeka? Atau, jangan-jangan benar apa kata Bung Karno yang mengatakan “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Perjuangan untuk memerdekakan Bangsa ini dengan sebenar-benarnya merdeka masih teramat panjang. Kini, tak ada lagi perang senjata maupun fisik, melainkan saatnya perang pemikiran, perang intelektual, perang pengaruh yang mewarnai kehidupan bernegara kita saat ini, demikian ungkap Ayunda Dewi Jayanti Jilan Putri, salah satu peserta PPSDMS Nurul Fikri Angkatan 6.

Kegiatan Napak Tilas kemudian dilanjutkan dengan mengikrarkan kebersamaan dalam perjuangan, peserta Napak Tilas kemudian larut dalam ikrar bersama untuk kebangkitan bangsa. Segala harapan dan asa peserta atas segala permasalahan bangsa kemudian digoreskan di atas karung goni sebagai perlambang perjuangan masa lalu bangsa yang terjajah hingga mengenakan baju dari karung goni. Para peserta berharap Indonesia akan lebih baik dan bermartabat ke depannya.

Serangkaian kegiatan napak tilas tersebut lalu ditutup dengan latihan baris berbaris.  Tujuan latihan baris berbaris ini untuk menumbuhkan semangat bela negara, melatih fisik yang kuat dan prima, serta melatih untuk bisa memimpin dan dipimpin.  Perlunya menanamkan rasa tanggung jawab dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari hal kecil yakni mengatur tubuh dalam bergerak harmonis dalam kesatuan barisan. Latihan baris berbaris yang dilakukan ini, melengkapi bagaimana mereka merefleksikan perjuangan para pahlawan pendahulu untuk dapat menjadi modal semangat membangun Indonesia yang lebih baik lagi.

Ayunda yang berasal dari Fakultas Kedokteran UGM angkatan 2011 ini menambahkan, “Bagaimanapun juga ini baru awalan,  langkah kami untuk mencintai Indonesia dengan setulus-tulusnya cinta masih teramat panjang. Masih banyak hal yang harus dilakukan sebagai pembuktian betapa cintanya kami dengan Indonesia. Dirgahayu Indonesia ke 69, dan yang selalu kami dengungkan adalah bahwa cita-cita yang kami harapkan adalah terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dan keridhaan dari Allah, Sang pencipta alam semesta.” (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Merdeka Itu Ketika Bebas Dari Belenggu