Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Masih Banyak Kebaikan yang Belum Kita Lakukan

Masih Banyak Kebaikan yang Belum Kita Lakukan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (ameenlinuxer.blogspot.com)
Ilustrasi (ameenlinuxer.blogspot.com)

dakwatuna.com – “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman: 60). Alhamdulillah kita semua masih dipertemukan dengan hari kemenangan sehingga dari belahan dunia manapun ikut bertakbir melafazkan kebesaran Allah dan paling nikmat di hari kemenangan adalah bisa bersua sanak saudara dari perantauan, berjabatan tangan dan berbagai rezki berupa THR. Kemenangan tersebut harus diikutsertakan kemanangan yang lain, mulai dari kemenangan pikiran, kemengan iman, kemenangan akhlak dan kemenangan untuk terus mencintai tuntunan ilahi.

Semoga momentum yang baru saja dilaksanakan dan dirasakan membawa perubahan pikiran untuk selalu berpikir positif, perubahan iman semakin cantik dihadapan-Nya bahkan mampu mempertahankan amalan yang sudah dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Momentum itu pula mengiring kita untuk memetik kebaikan dimanapun dan selalu rindu melakukan kebaikan pada siapapun tanpa melihat status bahkan kondisi.

Sudah menjadi rahasia umum banyak orang melakukan kebaikan tetapi bukan atas keikhlasan melainkan atas faktor lain. Ibarat kata ada udang dibalik bakwan. Berharap siapapun yang membaca tulisan singkat ini melakukan kebaikan atau menolong seseorang bukan ada faktor keinginan lain, melainkan menjiwai bahwa tanggung jawab seorang manusia adalah saling menebar kebaikan, saling menolong dan saling menasehati. Tetapi tidak bisa dipungkiri dan berdasarkan teori bahwa setiap tindakan pasti memiliki maksud maupun tujuan. Mudahan-mudahan kita melakukan kebaikan karena ingin mendapat pahala dari Allah bukan ingin mendapat pujian dari orang lain apalagi mendapat imbalan.

Jika boleh jujur sesungguhnya begitu banyak kebaikan belum kita laksanakan dalam nafas-nafas kehidupan. Betapa Allah memberi lahan nan luas bagi kita untuk menabur kebaikan tetapi kita terlena untuk melakukan dosa-dosa, terlena dengan kesibukan tiada ujung dan terlena dengan kesedihan. Sehingga tanpa disadari kehidupan yang begitu singkat ini sudah dikelilingi dosa-dosa yang begitu susah untuk ditinggalkan dan dikelilingi penyesalan karena tidak satupun kebaikan ditaburin padahal sudah berada di usia senja.

Coba berhitung dari pagi hingga keheningan malam, kebaikan apa yang sudah dilakukan? Sudah berapa banyak kebaikan diciptakan atau bermanfaat untuk orang lain? Benar kebaikan dilakukan karena Allah atau ingin mendapat pujian? Jangan-jangan kebaikan dilakukan menyakiti hati orang yang menerima? Bisa jadi belum satupun kebaikan pernah kita lakukan? “Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amalannya, yaitu orang-orang yang telah sia-sia dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (QS. Al Kahfi: 103 – 104). Atau mungkin rindu melakukan kebaikan ketika kita ditimpa malapetaka seperti dijelaskan dalam Surah Fushshilat ayat 49 bahwa “Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”

Atau sebaliknya perputaran waktu begitu banyak menghasilkan dosa-dosa! Jujur saja sepertinya kita lebih banyak melakukan dosa daripada melakukan kebaikan. “Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS Al-Baqarah: 148)

Mumpung masih ada waktu, mumpung masih diberi kesempatan bernafas, mumpung senyum masih terlihat indah, mumpung badan masih kekar, mumpung kaki masih sanggup melangkah jauh, mumpung tangan masih sanggup menggenggam dan mumpung mata masih jernih melihat. Bergegas melakukan kebaikan tak terhingga agar kita semua mendapat maghfirah dari-Nya. Insya Allah, Ramadhan yang sudah kita jalani akan melahirkan jiwa yang rindu untuk melakukan kebaikan di setiap detik. Agar kebaikan kita lakukan melahirkan kebaikan pada diri kita baik dunia maupun akhirat. “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah: 201). Allahuma Amiin.

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar

Lihat Juga

Puasa dan Perbaikan Akhlak Bangsa