Home / Berita / Internasional / Asia / Setelah Negosiasi selama 12 Jam, Pemberontak Pro-Rusia Akhirnya Serahkan Black Box MH17

Setelah Negosiasi selama 12 Jam, Pemberontak Pro-Rusia Akhirnya Serahkan Black Box MH17

Proses Penyerahan Black Box MH17 dari Prmbrontak Pro-Rusia kepada pemerintah Malaysia.  (cdn.sabay.com)
Proses Penyerahan Black Box MH17 dari Prmbrontak Pro-Rusia kepada pemerintah Malaysia. (cdn.sabay.com)

dakwatuna.com – Donetsk.  Proses investigasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 berlangsung pelik. Sebab pihak pemberontak mencoba ‘menyandera’ ratusan jenazah korban kecelakaan dan black box atau kotak hitam.

Tapi pada akhirnya, pihak separatis menyerahkan kotak hitam kepada delegasi Malaysia. Setelah melalui proses negosiasi selama 12 jam, pihak pemberontak yang diwakili Alexander Borodai yang mengklaim sebagai Perdana Menteri Republik Donetsk memberikan kotak hitam kepada perwakilan Malaysia, Kolonel Mohamed Sakri.

Dalam proses penyerahan rekaman penerbangan pesawat di Donetsk itu, Borodai menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penembakan terhadap MH17. Dia kembali menuding pemerintah Ukraina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya Boeing 777 tersebut.

“Mereka punya kemampuan dan ada motif untuk menjatuhkan pesawat,” ujar Borodai, seperti dimuat The Guardian, Selasa (22/7/2014). Motif apa yang dimaksud, dia tak menjelaskan.

Sakri mengatakan bahwa kotak hitam yang diterimanya berada dalam kondisi yang baik. Dia menyatakan terima kasih kepada pihak pemberontak yang akhirnya menyerahkan benda penting tersebut ke pihaknya.

“Kami serius untuk menangani hal ini, memastikan benda ini kembali ke Malaysia,” ujar Sakri.

Saat ditanya pihak mana yang kemungkinan bersalah, Sakri enggan menjawabnya. Yang penting, kata dia, kotak hitam sudah diterima, dan investigasi atas tragedi MH17 bisa dilakukan.

Penyerahan kotak hitam tersebut dilakukan beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB meminta agar akses menuju lokasi jatuhnya pesawat dapat diamankan.

Kotak hitam yang telah diserahkan akan diselidiki guna mengungkap penyebab jatuhnya pesawat. Benda tersebut berisi data dan rekaman percakapan di kokpit percakapan sehingga penyebab jatuhnya pesawat dapat dipastikan.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Amerika Serikat dan Inggris memiliki bukti yang menunjukkan bahwa pesawat MH17 dihantam misil anti pesawat buatan Rusia yang ditembak pemberontak di wilayah Ukraina, seperti dimuat BBC. Namun pemerintah Rusia menuding balik bahwa militer Ukraina yang bersalah.

298 penumpang tewas akibat jatuhnya pesawat MH17. Jenazah para korban saat ini disimpan di dalam gerbong kereta yang dilengkapi pendingin. Rencananya, jasad itu akan diambil pihak berwenang. (Imelia Pebreyanti/Ein/Liputan6/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Karena Korup, Pejabat Ukraina Dilempar ke Tempat Sampah