Home / Berita / Internasional / Asia / Pengamat Zionis: Militer Israel Tidak Mampu Hadapi Kejutan-kejutan Hamas di Darat

Pengamat Zionis: Militer Israel Tidak Mampu Hadapi Kejutan-kejutan Hamas di Darat

Pasukan angkatan darat Israel (Memo Islam)
Pasukan angkatan darat Israel (Memo Islam)

dakwatuna.com – Gaza. Pengamat militer Israel, Amir Aaron, mengatakan bahwa militer penjajah Israel tidak akan mampu memperkirakan dan menghadapi kejutan dan kreativitas militer Hamas.

Seperti dilansir Memo Islam, Kamis (17/7/2014), Aaron juga mengatakan bahwa sekarang kondisi sudah terbalik. Saat ini Hamaslah yang memegang kendali perang yang dulu dipegang penjajah Israel. Bahkan Israel sekarang tidak mempunyai strategi untuk menghadapi Hamas dan memaksanya menghentikan serangan roket.

Sementara itu pengamat politik dan keamanan Israel, Ron Ben Yishai, mempertanyakan, “Berapa jumlah terowongan yang berada di Israel saat ini? Jawabannya hanya bisa diketahui dengan turun ke darat wilayah Gaza. Tidak mungkin dibiarkan adanya terowongan-terowongan itu karena sangat membahayakan warga Israel. Oleh karena itu harus dilakukan serangan darat.”

Kamis sore, perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu, akhirnya memerintahkan militer Israel untuk segera memulai serangan darat ke Gaza. Hal itu dinyatakannya setelah Netanyahu bertemu dengan menteri pertahanan.

Situs Maariv Kamis malam memberitakan bahwa angkatan udara, laut dan darat Israel sudah mulai bergerak untuk melakukan serangan secara luas ke Gaza. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (72 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Birned Avicenna Satriadi

    semoga Tuhan kembali memberikan “Hitler” untuk menghabisi dan membumi hanguskan para yahudi untuk selamanya.

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina