Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kedahsyatan Syahru Ramadhan

Kedahsyatan Syahru Ramadhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (mezoomar.deviantart.com)
Ilustrasi. (mezoomar.deviantart.com)

dakwatuna.comSyahru Ramadhan, merupakan puncak kebahagiaan bagi umat muslim sedunia. Bukan hanya pahala yang dilipatgandakan, tetapi setan-setan juga dibelenggu. Ditambah pengontrolan nafsu oleh adanya shaum. Sehingga ruang-ruang kemaksiatan yang banyak berasal dari perut dan alat vital manusia, ditutup serapat-rapatnya.

Dahsyatnya syahru Ramadhan pada periode dakwah rasul, jika mengingat saat Al-Quran pertama kali diturunkan. Bahkan hingga saat ini Al-Quran terus-menerus tumbuh dan berkembang hingga bisa menyebar di seluruh dunia dan dibaca oleh miliaran orang. Dahsyatnya syahru Ramadhan, saat pasukan muslim berada dalam perang badar. Dengan jumlah pasukan 313 orang dan membawa 70 unta, berhasil mengalahkan 1000 pasukan kafir. Dan kedahsyatan lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah saat rasul memaafkan kejahiliyahan kaum kafir pada peristiwa fathul Makkah. Dari motif memaafkan itu, kaum kafir datang berbondong-bondong untuk masuk islam dengan sendirinya.

Betapa dahsyatnya syahru Ramadhan, bagi para penuntut ilmu. Karena rasa kantuk menjadi hilang, saat perut tidak bisa terisi penuh. Betapa dahsyatnya syahru Ramadhan, bagi para penjual makanan, Karena mereka tidak perlu menjajakan makanan seharian penuh. Cukup di saat menjelang berbuka dan sahur. Dagangan pun habis. Betapa dahsyatnya pula syahru Ramadhan, bagi para bos-bos perusahaan yang sedang geram menghadapi pegawai yang tidak taat peraturan. Amarahnya menjadi terkontrol, mengingat hakikat dasar shaum tidak hanya menahan diri dari lapar dan haus.

Kedahsyatan Ramadhan berlaku untuk semua jenis pekerjaan. Tidak memandang jabatan, status, umur, ataupun kekayaan. Apalagi keberkahan dilipatgandakan, ketika semua insan dapat bertransformasi menjadi Ahli Ibadah. Insan yang mau memperkuat ibadah shalat sunnah, meningkatkan jumlah bacaan Quran, hingga menebarkan doa-doa ikhlas di setiap satuan waktunya. Karena keberkahan syahru Ramadhan tidak boleh disia-siakan. Bagi insan yang merindukan keindahan surga Allah SWT.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Ramadhan Kekinian