Home / Berita / Internasional / Australia / Miliarder Ini Sumbangkan Saham Sebesar US$3,2 Miliar untuk Yayasan Amal

Miliarder Ini Sumbangkan Saham Sebesar US$3,2 Miliar untuk Yayasan Amal

Paul Ramsay, Miliarder asal Australia yang menyumbangkan hartanya untuk amal - (Foto: forbes.com)
Paul Ramsay, Miliarder asal Australia yang menyumbangkan hartanya untuk amal – (Foto: forbes.com)der, sumbang, amal, yaya

dakwatuna.com – Australia.  Salah satu miliarder asal Australia, Paul Ramsay, baru saja tutup usia pada Jumat pekan lalu dalam usia 78 tahun akibat serangan jantung.

Dilansir Forbes, Selasa 6 Mei 2014, Ramsay tidak memiliki anak dan hanya meninggalkan saudara kembarnya, Anne dan Petrus. Dia menyumbangkan sebagian besar hartanya sekitar US$3,2 miliar ke yayasan amal yang ia dirikan semasa hidup.

Ramsay menjadi filantropis terbesar dalam sejarah Australia. Perusahaan milik Ramsay menyatakan, sumbangan dari Ramsay ke yayasan itu “akan bermanfaat bagi masyarakat Australia”.

Sayangnya, seorang juru bicara perusahaan itu menolak berkomentar terkait penggunaan dana itu kepada Sydney Morning Herald. Dia juga tidak segera menanggapi permintaan Forbes untuk memberikan komentar.

Yayasan tersebut telah berdiri sejak Ramsay masih hidup, tetapi publik kurang mengenal. Yayasan itu sebelumnya memberikan sumbangan dana ke Parent Infant Family Australia, sebuah badan amal Katolik yang memberikan bantuan kepada perempuan hamil yang miskin, selama mengandung hingga melahirkan.

Ramsay secara pribadi juga memberikan bantuan senilai US$300 ribu bagi pekerja perusahaannya saat Australia dilanda banjir pada 2011.

Ramsay merupakan orang terkaya peringkat kedelapan di Australia. Dia adalah pemilik Ramsay Health Care, salah satu rumah sakit swasta yang harga sahamnya melonjak hingga 37 persen pada tahun lalu berkat ekspansinya ke Malaysia.

Ramsay Health Care tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Australia. Sumbangan yang dilakukannya menyebabkan saham miliknya di perusahaan itu menjadi milik yayasan.

Perusahaannya tersebut membagikan dividen dua kali dalam setahun. Ramsay diketahui menerima pembagian dividen sebesar US$23 juta pada Maret lalu. Tiga dari rekan bisnis lamanya akan mengawasi saham yayasan di Ramsay Health Care.

Sebelumnya, Ramsay mendirikan Ramsay Health Care pada 1964. Ia membeli rumah yang cukup besar di Sydney dan mengubahnya menjadi 16 kamar pasien yang menderita sakit jiwa.

Selama 14 tahun, dia sukses mengembangkan jaringan rumah sakit jiwa, sebelum akhirnya melebarkan sayap membangun rumah sakit bedah pada 1978.

Selama empat dekade berikutnya, perusahaan itu tumbuh semakin besar dengan akuisisi dan ekspansi lainnya. Perusahaannya kemudian menjadi operator rumah sakit terbesar di Australia.

Dia juga memperluas bisnisnya ke Asia dan Eropa. Sepanjang semester kedua tahun lalu saja, perusahaan milik Ramsay telah membeli tiga rumah sakit di Malaysia dan 30 rumah sakit jiwa di Prancis.

Ramsay Health Care saat ini memiliki 151 rumah sakit di seluruh dunia dan melayani 1,4 juta pasien per tahun.

Ramsay diketahui bukan miliarder pertama yang menyumbangkan seluruh kepemilikan saham di perusahaannya kepada yayasannya sendiri. Olav Thon, raja properti Norwegia menyumbangkan seluruh saham yang dimilikinya di Olav Thon Group senilai US$6 miliar pada tahun lalu untuk yayasan amalnya. (vivanews/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (wantyoucity.com)

Beramal untuk Siapa?

Organization