Home / Berita / Internasional / Afrika / Intifadhah Penjara Kudeta Hasilkan Solidaritas 86 Negara

Intifadhah Penjara Kudeta Hasilkan Solidaritas 86 Negara

Polisi kudeta melakukan penangkapan luas terhadap penentang kudeta di Mesir (felesteen.ps)
Polisi kudeta melakukan penangkapan luas terhadap penentang kudeta di Mesir (felesteen.ps)

dakwatuna.com – Kairo. Haitsam Abu Khalil, direktur lembaga HAM “Dhahaya” menyatakan bahwa aksi mogok makan 20 ribu tahanan di penjara Mesir telah diakhiri pada hari Jumat (2/5/2014) kemarin sore.

Abu Khalil yang juga merupakan juru bicara gerakan “Tahanan Pejuang Kemerdekaan di Penjara Mesir” yang memelopori aksi intifadhah penjara Mesir memberikan ancaman akan melakukan aksi berikutnya pada tanggal 30 Mei mendatang.

Dalam akun facebooknya, Abu Khalil menulis bahwa intifadhah ini seperti sebuah teriakan dalam keheningan masyarakat dunia. Dengan teriakan ini diharapkan nurani dunia akan terbangun dari tidurnya, dan memainkan perannya dalam melawan kekejaman dan kezhaliman yag dilakukan penguasa kudeta di Mesir.

Abu Khalil bersyukur, aksi tiga hari lalu membuahkan hasil. Sekitar 86 negara melakukan pakis solidaritas untuk para penentang kudeta di Mesir. Mereka melakukan aksi-aksi menuntut dibebaskannya para tahanan, dan dihentikannya mesin penyiksaan. Sebanyak 123 lembaga HAM baik di dalam maupun luar negeri Mesir juga demikian. Aksi-aksi solidaritas ini diharapkan bisa mewujudkan kerja sama yang bergerak melawan kudeta militer di Mesir yang menggunakan kekejaman sebagai alatnya.

Lebih dari 20 ribu penentang kudeta yang menjadi tahanan mengeluarkan keterangan bahwa mereka telah memulai aksi intifadhah, Rabu (30/4/2014) kemarin. Intifadhah dilakukan untuk melawan pelanggaran HAM yang mereka alami.

Dari 90 lebih tempat tahanan yang tersebar di seluruh Mesir, para tahanan mengumumkan kepada seluruh dunia dimulainya intifadhah revolusi untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemuliaan; melawan kezhaliman dan kekejaman.

Bentuk intifadhah adalah melakukan aksi mogok makan secara serentak mulai hari Rabu (30/4/2014), menduduki sel-sel dan menolak melayani kunjungan, menolak panggilan pemeriksaan, dan bentuk-bentuk perlawanan yang lain. (msa/dakwatuna/rssd)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Sejuki

    Penguasa Kudeta justeru semakin gembira karena mereka tidak perlu repot2 lagi utk menghabisi para tahanan, toh dalam anggapan mereka para tahanan sendiri yg ingin membunuh dirinya sendiri. Para penguasa kudeta itu kan sudah masuk dalam kelompok yg tidak punya hati nurani lagi. Gimana mungkin mereka bisa tersentuh dg adanya aksi mogok makan ini? Wong hati nurani saja sudah gak punya lagi.

Lihat Juga

Erdogan Kembali Kecam As-Sisi, Hubungan Mesir-Turki Kian Menegang