Home / Pemuda / Essay / Tidak Cukup Hanya dengan Niat  

Tidak Cukup Hanya dengan Niat  

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ukhuwah (inet) - etaklim.com
Ukhuwah (inet) – etaklim.com

dakwatuna.com –  Tahun 2014 ini, Indonesia sedang sibuk-sibuknya dengan pesta lima tahunannya, Pemilu. Tapi, dalam tulisan kali ini saya tidak akan berbicara soal politik. Karena memang saya bukan ahlinya. Dari sekian banyak hal yang berseliweran di media, khususnya online, tampak sekali bahwa umat ini (kaum muslimin) sering terlibat dalam adu debat. Mereka yang terjun ke dalam panggung politik beserta simpatisannya yang fanatik dengan mereka yang anti demokrasi. Awalnya memang baik, karena ingin menasehatinya. Tapi, malah terbawa arus dan saling membuka keburukan satu sama lain. Dengan kata lain, saat ini kita sibuk memakan daging saudaranya sendiri. Sedangkan, iblis dan balatentaranya di luar sana tidak pernah melonggarkan serangannya sedikitpun.

Islam mengajarkan kepada setiap umatnya untuk saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (kesulitan). Perintah ini terekam dalam firman Allah swt. di surat al-Ashr ayat 3. Tapi, ironinya saling menasehati ini malah membuat kam muslim saat ini sibuk memakan daging saudaranya sendiri? Ya, saat ini kaum muslim sibuk saling menyerang sesama muslim. Sibuk mencari kejelakan kaum muslimin yang lain. Hal ini sangat terlihat, terutama, pada mereka yang berbeda harakah. Lah, kita kan memberikan nasihat Mas, masa ndak boleh? Memberikan nasehat boleh-boleh saja. Tapi, memberikan sebuah nasehat kepada sesama tidak dengan cara di ruang publik juga kan? Memberikan sebuah nasehat pun ada adab-adabnya, Kawan.

Lihatlah Rasulullah saw, ketika memberikan sebuah nasehat atas kegundahan kaum muslimin Anshar pasca penaklukan Mekkah dan pembagian harta rampasan perang Hunain. Setelah perang hunain, kaum muslimin mendapatkan harta rampasan yang sangat banyak, dan kalangan anshar tidak mendapatkan jatah rampasan perang. Karena harta rampasan perang dibagikan kepada penduduk Mekkah, yang pada saat itu baru memeluk Islam (mualaf). Kemudian mereka memprotes Rasulullah saw atas kebijakan tersebut. Lalu, Rasulullah memberikan sebuah nasehat kepada kalangan Anshar dalam satu ruangan. Dimana tidak ada satupun dari pihak Muhajirin yang berada di dalam ruangan tersebut, kecuali hanya Rasulullah saw beserta kalangan Anshar.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kaum muslimin Anshar memiliki keutamaan tersendiri di mata Allah dan Rasul-Nya. Saya menilai alasan Rasulullah saw berbuat demikian, memberikan nasehat kepada kaum Anshar di dalam ruangan tertutup, agar kewibaan serta kehormatan mereka tidak terlukai di mata publik. Jika kita melihatnya dalam konteks kekinian, berikan nasehat itu secara lemah lembut dan ekslusif. Maksudnya? Sampaikanlah nasehat itu hanya kepada orang yang bersangkutan. Tidak diketahui oleh orang lain. Tidak diruang publik, yang dimana semua orang bisa mengetahui nasehat kita kepada saudara kita. Karena dengan itu, kita menjaga kehormatan saudara kita.

Yuk, kawan-kawan muslimin dan muslimah, mari saling menasehati dengan bijaksana. Jangan niat baik untuk menasehati ini justru malah menjatuhkan martabat dan kehormatan orang lain, dan berujung pada perbuatan dosa. Baik itu sesama harakah maupun berbeda harakah, tetaplah menasehati dengan adab-adab yang baik. Jangan perbedaan harakah menjadi alasan kita untuk menjatuhkan satu sama lain dan menimbulkan perpecahan di tengah-tengah umat ini. Bagaimanapun, mereka tetaplah saudara sesama muslim. Suatu tindakan, tidak cukup hanya dengan sebuah niatan yang baik. Tapi niatan yang baik itu perlu dibarengi dengan proses yang baik pula. Tentunya proses yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Why? Karena kita muslim. Ok, guy’s?!

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dwi Nur Rahmat
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Lihat Juga

Aksi Damai Umat Islam (okezone.com)

SNH: Jokowi Melecehkan Aksi Damai Rakyat Indonesia

Organization