Home / Narasi Islam / Sosial / Investasi Proyek Akhirat dengan Barang Bekas

Investasi Proyek Akhirat dengan Barang Bekas

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Tahukah kamu bahwa di dunia ini terdapat dua mega proyek yang tidak boleh dilupakan? Mereka adalah proyek dunia dan proyek akhirat. Proyek dunia, semua dari kita pasti sudah mengenal banyak tentang ini. Ada yang berbentuk bisnis, keuntungan, kekuasaan, kemenangan, dan lain-lain. Sedangkan proyek akhirat berbentuk amal. Yaitu amal baik dan amal buruk. Ada juga amal jariyah, yaitu amal yang pahalanya tidak terputus hingga sesuatu yang kita berikan masih memberikan manfaat bagi orang-orang.

Seperti yang kita tahu, di sekitar kita, terdapat banyak barang-barang bekas yang telah berhasil dijadikan material bisnis dan mendatangkan keuntungan yang luar biasa dahsyat sebagai proyek dunia. Belajar dari hal itu, kita juga bisa memanfaatkan barang-barang bekas sebagai proyek akhirat. Barang-barang bekas yang masih layak digunakan bisa kita sumbangkan kepada yang membutuhkan. Dengan begitu, kita tidak hanya berinvestasi proyek dunia, tetapi juga proyek akhirat. Proyek akhirat seperti ini dapat dikategorikan sebagai amal jariyah yang akan menjadi bekal kita di kehidupan akhirat nanti.

Barang bekas yang bisa kita investasikan sebagai proyek akhirat biasanya akan secara ‘otomatis ada’ di sekitar kita. Sebagai manusia yang terus tumbuh berkembang dan memiliki rasa jenuh, pasti kita akan mengalami proses perubahan properti. Sebut saja pakaian. Pakaian, meskipun ia adalah kebutuhan primer, ia pasti akan menyempit atau tereliminasi dari selera kita hingga akhirnya tidak terpakai. Paling tidak, dalam waktu satu tahun kita pasti memiliki pakaian bekas yang masih layak pakai. Apalagi menjelang lebaran, biasanya kita berbondong-bondong berbelanja pakaian baru.

Selain pakaian, kita juga pasti memiliki perubahan properti lain seperti buku. Buku adalah salah satu properti yang terus berganti. Buku sangat berbeda dengan pakaian. Pakaian, bisa dipakai berkali-kali, namun buku, kita biasanya hanya membacanya satu, dua atau tiga kali dan tamat. Lalu dikemanakan buku itu? Banyak dari kita yang hanya menyimpannya di kamar, dijajarkan layaknya perpustakaan mini. Namun, itu hanya dilakukan oleh para penggemar aktifitas membaca. Berbeda halnya dengan pelajar, biasanya para pelajar juga gemar menyimpan buku yang sudah tidak terpakai. Namun, cara penyimpanannya berbeda dengan para penggemar aktifitas membaca. Buku pelajaran biasanya dipaketkan dalam kardus, dibungkus dengan rapat dan dimusiumkan di gudang.

Agar pakaian dan buku itu tidak sia-sia, kita bisa memanfaatkannya agar bermanfaat bagi orang lain. Kita bisa sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bekas bagi kita, memang, tetapi Insya Allah bermanfaat bagi mereka. Pakaian dan buku akan menjadi teman baru bagi mereka. Selain itu, dengan menyumbang seperti ini berarti kita telah berinvestasi pada proyek akhirat sebagai bekal hidup kita di akhirat nanti.

 

Tahukah kamu bahwa di dunia ini terdapat dua mega proyek yang tidak boleh dilupakan? Mereka adalah proyek dunia dan proyek akhirat. Proyek dunia, semua dari kita pasti sudah mengenal banyak tentang ini. Ada yang berbentuk bisnis, keuntungan, kekuasaan, kemenangan, dan lain-lain. Sedangkan proyek akhirat berbentuk amal. Yaitu amal baik dan amal buruk. Ada juga amal jariyah, yaitu amal yang pahalanya tidak terputus hingga sesuatu yang kita berikan masih memberikan manfaat bagi orang-orang.

Seperti yang kita tahu, di sekitar kita, terdapat banyak barang-barang bekas yang telah berhasil dijadikan material bisnis dan mendatangkan keuntungan yang luar biasa dahsyat sebagai proyek dunia. Belajar dari hal itu, kita juga bisa memanfaatkan barang-barang bekas sebagai proyek akhirat. Barang-barang bekas yang masih layak digunakan bisa kita sumbangkan kepada yang membutuhkan. Dengan begitu, kita tidak hanya berinvestasi proyek dunia, tetapi juga proyek akhirat. Proyek akhirat seperti ini dapat dikategorikan sebagai amal jariyah yang akan menjadi bekal kita di kehidupan akhirat nanti.

Barang bekas yang bisa kita investasikan sebagai proyek akhirat biasanya akan secara ‘otomatis ada’ di sekitar kita. Sebagai manusia yang terus tumbuh berkembang dan memiliki rasa jenuh, pasti kita akan mengalami proses perubahan properti. Sebut saja pakaian. Pakaian, meskipun ia adalah kebutuhan primer, ia pasti akan menyempit atau tereliminasi dari selera kita hingga akhirnya tidak terpakai. Paling tidak, dalam waktu satu tahun kita pasti memiliki pakaian bekas yang masih layak pakai. Apalagi menjelang lebaran, biasanya kita berbondong-bondong berbelanja pakaian baru.

Selain pakaian, kita juga pasti memiliki perubahan properti lain seperti buku. Buku adalah salah satu properti yang terus berganti. Buku sangat berbeda dengan pakaian. Pakaian, bisa dipakai berkali-kali, namun buku, kita biasanya hanya membacanya satu, dua atau tiga kali dan tamat. Lalu dikemanakan buku itu? Banyak dari kita yang hanya menyimpannya di kamar, dijajarkan layaknya perpustakaan mini. Namun, itu hanya dilakukan oleh para penggemar aktifitas membaca. Berbeda halnya dengan pelajar, biasanya para pelajar juga gemar menyimpan buku yang sudah tidak terpakai. Namun, cara penyimpanannya berbeda dengan para penggemar aktifitas membaca. Buku pelajaran biasanya dipaketkan dalam kardus, dibungkus dengan rapat dan dimusiumkan di gudang.

Agar pakaian dan buku itu tidak sia-sia, kita bisa memanfaatkannya agar bermanfaat bagi orang lain. Kita bisa sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bekas bagi kita, memang, tetapi Insya Allah bermanfaat bagi mereka. Pakaian dan buku akan menjadi teman baru bagi mereka. Selain itu, dengan menyumbang seperti ini berarti kita telah berinvestasi pada proyek akhirat sebagai bekal hidup kita di akhirat nanti.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengajar di Nizamia Andalusia Primary School. Sambil mengajar, melanjutkan studi S2 di sebuah universitas swasta di Jakarta. Selagi kuliah, aktif dalam organisasi sosial dan terkadang juga menjadi pengisi acara sebagai penyanyi dalam acara formal maupun informal.

Lihat Juga

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Amal