Home / Berita / Nasional / Tradisikan Maghrib Mengaji Guna Tekan Perilaku Menyimpang pada Remaja

Tradisikan Maghrib Mengaji Guna Tekan Perilaku Menyimpang pada Remaja

Keluarga mengaji (inet) - (Foto: indonesiaoptimis.com)
Keluarga mengaji (inet) – (Foto: indonesiaoptimis.com)

dakwatuna.com – Bengkalis. Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, kini menggencarkan kegiatan Maghrib mengaji, yakni suatu program keluarga mengajak anak mereka setelah shalat Maghrib untuk membaca Al Quran sebagai upaya menekan perilaku menyimpang di kalangan remaja.

“Dengan terus memotivasi anak-anak untuk giat membaca, mempelajari dan mendalami kandungan Al Quran diyakini akan dapat membentuk pribadi yang santun dan berakhlakul karimah,” kata Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, di sela pembukaan lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Kecamatan Rupat tahun 2014, di Bengkalis, Jumat.

Pada kesempatan itu, Herliyan juga mengajak warganya agar terus mentradisikan Maghrib mengaji dan hindari anak-anak menonton televisi dan kegiatan lainnya pada waktu Maghrib. Sebab, katanya, tradisi Maghrib mengaji banyak memberikan manfaat yakni terjalinnya komunikasi antara anak dengan orang tua, sehingga dapat berbagi ilmu agama serta akhlaq dan budi pekerti.

“Yang paling penting adalah dapat menghindari diri dari kegiatan-kegiatan malam seperti penyimpangan perilaku, penggunaan obat-obat terlarang, kenakalan remaja dan pengaruh lingkungan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, Al Quran merupakan sumber ilmu kehidupan yang tidak habis-habisnya digali sebagai pedoman perlu ditumbuhkembangkan di dalam kehidupan. Sementara itu, pelaksanaan MTQ memiliki nilai tersendiri bagi umat Islam karena umat diajak untuk tekun membaca, mengkaji dan mengamalkan keagungan kitab suci umat Islam itu.

“Melalui pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal Al Quran, umat Islam dapat semakin memperkokoh kerja sama serta partisipasi untuk membangun negeri ini. Hikmah penting dari pelaksanaan MTQ dapat meningkatkan semangat tali silaturahim, ukhuwah islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

Oleh karena itu, dengan harapan MTQ yang digelar tiap tahun akan menambah gaya hidup umat Islam untuk lebih dekat dengan Al Quran, sehingga dapat memotivasi umat Islam untuk terus mempelajari dan memahami serta mempedomani nilai-nilai Al Quran. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Guest

    Jebaiknya meniru propinsi Kepulauan Riau… semua siswa SD s/d SMA wajib
    memiliki ijazah mengaji agamanya, diluar lembaga pendidikan formal (sekolah).
    Dg
    wajib… maka siswa (anak-anak) tidak berani tidak belajar agama dan
    orang tua mau tidak mau menfasilitasi anak belajar agamanya.. sebab
    syarat wajib bisa melanjutkan sekolah.

  • Aya Nurcahyani

    Sebaiknya meniru propinsi Kepulauan Riau… semua siswa SD s/d SMA wajib
    memiliki ijazah mengaji agamanya, diluar lembaga pendidikan formal (sekolah).
    Dg
    wajib… maka siswa (anak-anak) tidak berani tidak belajar agama dan
    orang tua mau tidak mau menfasilitasi anak belajar agamanya.. sebab
    syarat wajib bisa melanjutkan sekolah.

  • Sri Fatimah

    Gerakan Indonesia mengaji :)

Lihat Juga

Sejarah Al-Quran: Dari Tradisi Lisan Hingga Kodifikasi

Organization