Home / Berita / Nasional / Indonesia Jadi Penentu Keuangan Syariah Global

Indonesia Jadi Penentu Keuangan Syariah Global

Industri Keuangan Syariah (inet)
Industri Keuangan Syariah (inet)

dakwatuna.com – Jakarta.  Negara Indonesia salah satu negara penentu keuangan syariah global. Jumlah penduduk yang mayoritas muslim sebagai pendukungnya.

Deputi Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan, Nasirwan mengatakan Indonesia sebagai kontributor keuangan syariah menemani negara musim lainnya bersama Arab, Turki dan Qatar.

“Global finance 2015, Indonesia bersama dengan Eropa, Malaysia dan Bahrain adalah pasar dinamis pengembangan Islamic financial di dunia,” ujar Nasirwan dalam diskusi dengan topik: Emerging Trends & Opportunities of Islamic Banks di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

“Sementara Indonesia dengan Arab, Turki dan Qatar akan jadi driving factor dalam Indonesia keuangan global.”

Nasirwan mengatakan sebagai penentu keuangan syariah, Indonesia memiliki prospektif dalam memainkan perbankan syariah dan sukuk. “Indonesia punya pasar keuangan syariah, prospektif terutama bank syariah dan sukuk yang telah dikembangkan dalam dua dekade terakhir,” kata Nasirwan.

Nasirwan menjelaskan jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim sebagai pendukung pasar keuangan syariah. Pengembangan keuangan syariah Indonesia didukung oleh masyarakat, komunitas dan ulama.

“Pasar sukuk adalah yang tercepat kedua di pasar global temasuk di Indonesia. Penerbitan sukuk US$119 miliar, sementara Indonesia US$15 miliar,” katanya. (hid/inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya