Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Life is All About Action

Life is All About Action

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: ruthalade.com)
Ilustrasi. (Foto: ruthalade.com)

dakwatuna.com – “Seribu kata yang terucap tidak akan memberikan kesan sedalam satu perbuatan yang kita lakukan.”

Tulisan ini berawal dari kekaguman penulis yang sangat mendalam pada orang-orang yang berani bertindak. Ia yang terus bergerak meski tahu risiko yang akan dialami, yang berani bertanggungjawab dalam keputusan yang dibuatnya, yang tak pernah mengeluh atas kegagalan akibat kesalahan yang dilakukan. Dan, orang-orang yang memberi contoh melalui keteladanan. Bukan sekadar manisnya kata. Maka ia, adalah sebaik-baiknya pemimpin.

Hidup merupakan sekumpulan tindakan dan pilihan. Bukan sekedar gagasan idealita yang keluar dari pikiran. Setiap tindakan ialah pilihan. Apakah kita mau bergerak atau tidak ialah pilihan. Apakah kita ingin bercengkrama dengan gagasan yang keluar tanpa menjalankannya pun juga merupakan pilihan. Tetapi lihatlah, orang-orang besar saat ini, mereka adalah pribadi-pribadi yang luar biasa. Mereka yang memilih untuk bertindak, membuat perubahan dengan menghadapi ketakutan yang mewarnai dirinya.

Bukan berarti segala teori yang telah diciptakan oleh generasi-generasi pendahulu merupakan hal yang tidak bermanfaat. Jelas teori dan konsep merupakan faktor yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan dan proses pengambilan keputusan. Tidak ada yang menyanggah hal tersebut. Tanpanya, segala aktivitas yang dikerjakan tidak akan matang dan segala pilihan akan diwarnai keraguan. Hingga akhirnya tidak akan memberikan hasil yang terbaik.

Tetapi sejatinya, segala teori, gagasan-gagasan idealita, curahan berpikir, dan apapun yang keluar dari pemikiran setiap orang, tidak akan memberikan manfaat yang nyata tanpa ada realisasi dan tindakan yang mengiringinya. Banyak orang yang hidup di dunia ini berharap terjadi perubahan dalam hidupnya. Mereka ingin mengubah situasi hidupnya, mereka sudah memiliki visualisasi yang baik, konsep ideal hidup yang diimpikan, akan tetapi hanya sedikit orang-orang yang akhirnya mengambil tindakan ke arah sana.

Bukan berarti penulis telah melakukan hal tersebut, akan tetapi poin yang harus menjadi pengingat bagi penulis dan  bagi kita semua ialah bagaimana kita memaknai hidup ini dengan segala potensi dan kemampuan kita. Tuhan memberikan kondisi, tetapi kitalah yang menentukan sikap. Mau bertindak ataupun diam merupakan pilihan, hal tersebut sepenuhnya ada dalam kuasa kita.

Karena hidup hanya sekali, maka buatlah hidup ini berharga.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Jabbar
Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga, Ketua Forum Studi Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia
  • Aisyah

    Artikelnya Bagus….

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan