Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Meninggalnya Seorang Ahli Ibadah

Meninggalnya Seorang Ahli Ibadah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ibadah khusuk (inet)
ibadah khusuk (inet)

dakwatuna.com Dia bukan seorang ustadz atau kiayi. Dia adalah seorang yang gemar beribadah. Namanya Haji Adman (alm). Beliau tak mengenal lelash dalam mengabdikan dirinya kepada Allah. Dalam kehidupan  bermasyarakat, dia dipercaya menjadi bendahara dan merangkap menjadi bendahara masjid.

Beliau selalu melakukan puasa senin-kamis dan tidak pernah lupa mendirikan shalat tahajjud. Walau umurnya sudah tua, dia selalu berusaha untuk belajar membaca Al-Quran. Khususnya selepas melaksanakan shalat tahajjud. Setiap ada pengajian, dia selalu hadir. Bahkan menyerukan kepada keluarganya agar membuatkan minum untuk sang Ustadz walaupun hanya sekadar air putih.

Dia tidak pernah mengeluh atas kehidupannya. Meski bisa dibilang pas-pasan, dia berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Hingga akhirnya, dia berhasil menyekolahkan anak bungsunya hingga lulus kuliah dan menikah. Setelah menikah, si bungsu dapat memiliki rumah dan mengajak sang ayah untuk tinggal bersamanya. Akan tetapi, beliau menolak dengan alasan tidak ingin melepaskan jabatannya sebagai bendahara masjid walaupun tidak dibayar. Beliau ikhlas, jujur dan bertanggung jawab atas jabatan tersebut. Beliaupun menyuruh sang istri untuk tinggal bersama si bungsu agar tidak kesepian dan dia tinggal dengan anaknya yang sulung.

Suatu hari, anaknya menyempatkan mampir ke kantor istrinya setelah melaksanakan shalat Jum’at, tiba-tiba dia mendapat kabar dari kakaknya bahwa sang ayah sakit karena terpeleset saat wudhu. Tanpa pikir panjang, dia langsung pergi ke tempat sang kakak. Alangkah terkejutnya dia, ketika melihat rumah kakaknya telah ramai dan warga setempat berdatangan menggunakan pakaian serba putih. Setelah sampai, beberapa temannya menghampiri dan mencoba untuk menenangkannya. Sang kakak-pun keluar dan memberitahu kejadian yang sebenarnya, “Bapak meninggal saat shalat Jum’at, setelah imam membaca surat al-Fatihah pada rakaat kedua. Bapak terjatuh pada posisi sujud dan langsung menghembuskan nafas terakhir.” Setelah shalat Jum’at, beberapa orang bingung dan mencoba membangunkannya. Ternyata, dia sudah tidak bernyawa. Lalu mereka langsung membawa jasad bapak pulang ke rumah. Subhanallah… bapak meninggal di hari yang sangat mulia, di tempat yang sangat mulia dan ketika melakukan amal yang sangat mulia.

Semoga amal ibadah bapak Haji Adman diterima di sisi Allah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan dimasukan ke surga-Nya. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Semoga cerita ini dapat menjadi motivasi untuk kita semua agar lebih giat dalam menjalan kan ibadah.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,89 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Seorang insinyur.
  • Ari Najari Azan

    Subhanllah

  • yuza

    Amin ya allah sangat mulia skli bpk haji to.

Lihat Juga

Love, Cinta, Valentine

Cinta Sebagai Energi Kemenangan

Organization