Home / Berita / Internasional / Eropa / Mauritius Kehilangan Kesempatan Kembangkan Keuangan Syariah

Mauritius Kehilangan Kesempatan Kembangkan Keuangan Syariah

Kota Mauritius - Foto: turkey-visit.com
Kota Mauritius – Foto: turkey-visit.com

dakwatuna.com – Mauritius.  Runheersing Bheenick, Gubernur Bank Sentral Mauritius menyatakan bahwa tidak ada lagi usaha yang bisa dilakukan untuk menjadikan Mauritius sebagai pusat keuangan syariah di regional.

Dalam surat pernyataannya kepada kantor berita Reuters, Gubernur Bank Sentral Mauritius, Rundheersing Bheenick menggarisbawahi “Sejak 2007 kami sudah mengambil sejumlah inisiatif untuk memajukan perkembangan keuangan dan perbankan syariah di Mauritius, termasuk mendirikan sejumlah kerangka hukum untuk keuangan syariah, termasuk di dalamnya usaha kami untuk menjadi Negara anggota IFSB sekaligus menjadi anggota dan pendiri International Islamic Liquidity Management Corporation.”

Namun, dalam pernyataannya tersebut Bheenick juga mengatakan “Undang-undang Pengelolaan Utang Publik Tahun 2008 telah diamandemen demi memfasilitasi penerbitan sukuk di Negara tersebut oleh pemerintah. Sayangnya, penerbitan sukuk tidak pernah dijadwalkan dalam penerbitan surat utang Negara di Kementerian Keuangan seperti yang sudah diusulkan bank sentral dalam kapasitasnya sebagai penasehat utang bagi pemerintah. Hal ini sekaligus merusak yuridiksi kami untuk berperan dalam industri keuangan syariah yang semakin berkembang.” Tuturnya.

Ia juga menyatakan bahwa bank sentral terus menerus melakukan audiensi ke Kementerian Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Mauritius namun tidak ada hasil.  “Tidak ada diskusi dan tidak ada dukungan yang diberikan,” kesahnya.

Bheenick mengatakan bahwa awalnya Mauritius berencana untuk menjadi pusat keuangan syariah di regional. Namun kenyataannya saat ini masih sangat sulit mengembangkan keuangan syariah di Negara tersebut. Bahkan Negara-negara Afrika lain sudah terlebih dahulu memimpin dan mengeluarkan sukuk Negara sebagai instrument investasinya.

“Kami sudah kehilangan kesempatan,” keluhnya.

Mauritius adalah sebuah negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, sekitar 900 km sebelah timur Madagaskar. Selain Pulau Mauritius, negara ini juga mencakup Kepulauan Cargados Carajos, Rodrigues dan Kepulauan Agalega. Mauritius termasuk dalam Kepulauan Mascarene, beserta Pulau Reunion milik Perancis 200 km sebelah barat daya Mauritius. (Puri Hukmi/MES/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Industri Keuangan Syariah (inet)

Indonesia Jadi Penentu Keuangan Syariah Global