Hotnews
Home / Berita / Internasional / Asia / Karikatur ini Menghina Upaya Pencarian MH 370

Karikatur ini Menghina Upaya Pencarian MH 370

Karikatur karya Zunar yang dinilai menghina upaya pencarian pesawat MH 370 - Foto:  the Washington Post
Karikatur karya Zunar yang dinilai menghina upaya pencarian pesawat MH 370 – Foto: the Washington Post

dakwatuna.com – Petaling Jaya.  Seorang kartunis asal Malaysia, Zunar, dikecam karena membuat karikatur yang menghina tentang upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines. Karikatur tersebut turut menunjukkan wajah Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Karikatur tersebut dimuat di surat kabar Amerika Serikat (AS) The Washington Post pada Selasa, 18 Maret 2014. Karya Zunar ini menunjukkan PM Najib Razak dengan tulisan “Too Weak” atau berarti “terlalu lemah”, di saat proses pencarian memasuki “Week Two” atau minggu kedua.

Sontak karya Zunar ini mengundang kecaman dari banyak pihak. Mereka menyebut Zunar mengeluarkan karikatur yang sesat dan tidak sensitif.

Seorang pengamat dari Malaysia Prof.Dr Mohamed Mustafa Ishak menyebutkan tuduhan Zunar bahwa pihak Malaysia menyembunyikan fakta terkait hilangnya pesawat, sangat tidak berdasar.

“Sangat tidak mungkin untuk menyembunyikan fakta di saat pasukan multi nasional bekerja sama melakukan pencarian dan penyelamatan,” ujar Mustafa, seperti dikutip The Star, Rabu (19/3/2014).

Zunar yang memiliki nama asli Zulkiflee Anwar Ulhaque mengklaim, Pemerintah Malaysia mencoba untuk menyalahkan pilot atas hilangnya pesawat jenis Boeing 777-200ER itu. Menurut Zunar, pemerintah berupaya menutup kelemahan mereka dengan mengaitkannya dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. (faj/okezone/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Tentang

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Karikatur media Tunisia meledek Al-Sabsi dan Butafliqah (alyaoum24.com)

Media-media Tunisia Meledek Pertemuan Dua Orang “Syaikh”