Home / Berita / Opini / Kampanye atau Konsolidasi Akbar PKS?

Kampanye atau Konsolidasi Akbar PKS?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan kampanye terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Ahad (16/1/2014). Kampanye partai Islam terbesar di Indonesia ini terbilang spektakuler, karena langsung menggetarkan Jakarta dengan ratusan ribu massa yang memenuhi GBK hingga tidak dapat ditampung dan meluber ke jalan-jalan ibukota, padahal ini adalah kampanye perdana. (dakwatuna/hdn)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan kampanye terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Ahad (16/1/2014). Kampanye partai Islam terbesar di Indonesia ini terbilang spektakuler, karena langsung menggetarkan Jakarta dengan ratusan ribu massa yang memenuhi GBK hingga tidak dapat ditampung dan meluber ke jalan-jalan ibukota, padahal ini adalah kampanye perdana. (dakwatuna/hdn)

dakwatuna.comKampanye terbuka untuk Pemilu Legislatif tahun 2014 telah dimulai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat kesempatan pertama untuk berkampanye. Momentum ini tidak disia-siakan Partai bernomor tiga ini, lebih dari 150 ribu kader dan simpatisan PKS memenuhi stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk menghadiri kampanye partai pimpinan Anis Matta.

Saya sendiri tidak hadir dalam acara yang dapat disaksikan masyarakat dunia tersebut karena berada jauh di ujung Indonesia (Aceh). Ya, kampanye PKS hari Minggu lalu dapat disaksikan melalui live streaming di situs pkstv.com, seperti halnya Kader atau Simpatisan PKS lainnya (saya hanya simpatisan PKS) saya tertarik untuk menyaksikan  kampanye PKS via streaming.

Sayangnya, saya sedikit “kecewa” dengan kampanye PKS kali ini (atau mungkin di setiap kampanye PKS), bukan karena macetnya streaming, tapi lebih ke substansi kampanye PKS. Layaknya kampanye, harusnya setiap parpol memberikan konsep dan janji-janji untuk menarik simpati masyarakat. Tapi Anis Matta tidak pernah mengungkapkan janji-janji kampanye seperti layaknya partai lain saat berorasi, tidak ada kalimat “Jika PKS terpilih, maka Indonesia akan lebih Adil dan Sejahtera” atau kalimat mainstream lainnya saat partai politik mengadakan kampanye.

Begitu juga dengan Ustad Hilmi Aminuddin yang ketua Majelis Syuro PKS, saat menyampaikan orasi, Ustad Hilmi tidak sedikitpun mengucapkan kalimat yang bersifat janji kepada rakyat. Ustad Hilmi bahkan cenderung “curhat” dan bernostalgia tentang gerakan Tarbiyah yang kemudian bermetamorfosis menjadi gerakan Politik Islam di bawah bendera PKS ini berkembang sejak tahun delapan puluhan. “Kader-kader generasi tahun delapan puluhan sekarang rambutnya telah memutih, cucunya sudah banyak, baik cucu biologis maupun cucu ideologis”, begitu kisah Ustad Hilmi Aminuddin yang disambut takbir ratusan ribu kader dan simpatisan PKS di GBK.

Kampanye PKS berubah rasa menjadi konsolidasi kader PKS karena Anis Matta dan Ustad Hilmi Aminuddin hanya memberikan semangat kepada semua yang hadir untuk memenangkan PKS di tahun 2014 ini.

Tidak adanya janji-janji politik dari PKS saat kampanye bukan berarti PKS tidak mempunyai konsep dan program yang jelas untuk Indonesia jika memenangkan Pemilu tahun ini.

“Di zaman ketidakpercayaan ini, jangan lagi buat janji-janji”.
(Penggalan Puisi Anis Matta)

Sesungguhnya janji-janji atau tawaran konsep politik PKS atau parpol apapun tidak perlu dan tidak tepat diungkapkan di GBK atau tempat kampanye terbuka lainnya, parpol apapun yang melaksanakan kampanye panggung pasti hanya akan menghadirkan calon pemilih yang sudah jelas akan memilih parpol tersebut, jangan harap pemilih partai lain, pemilih galau (swim voter), atau bahkan golongan hitam (orang yang apatis, tidak mau memilih di pemilu) untuk mau hadir di kampanye parpol Anda.

Walaupun begitu, sebagai partai yang dipandang sebelah mata oleh para pengamat dan Parpol lain, PKS perlu melakukan kampanye panggung sebagai pembuktian kepada publik Indonesia bahwa PKS adalah partai yang solid dan mampu keluar dari “sumur” setelah diterpa prahara setahun silam seperti ungkapan Anis Matta di media.

Melihat kenyataan bahwa setiap orang yang hadir di kampanye panggung parpol tertentu sudah pasti akan memilih parpol tersebut di pemilu, artinya orang-orang yang hadir di GBK saat kampanye PKS sudah pasti memilih PKS dan akan mengajak orang lain untuk memilih caleg-caleg PKS pada tanggal 9 April 2014 mendatang.

Hanya PKS satu-satunya Parpol yang bisa memenuhi GBK dengan massanya, saya yakin PKS akan kembali merebut Jakarta bahkan Indonesia dengan modal ratusan ribu massa yang berhasil dihimpun saat ini di Ibukota dan ratusan ribu lainnya di daerah-daerah seluruh Indonesia, mereka inilah yang akan datang mengetuk rumah anda dalam waktu kurang dari satu bulan ke depan dan mengajak anda untuk memilih caleg-caleg PKS, rumah Anda akan menjadi panggung kampanye politik kader-kader PKS bahkan walaupun Anda merupakan Caleg Parpol lain. “Rebutlah suara walau sudah di mulut macan”. Pesan Anis Matta.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (22 votes, average: 9,55 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal. (pks.id)

PKS Larang Anggotanya Gunakan Atribut Partai