Home / Berita / Internasional / Afrika / AS Mengkritik Intimidasi Pers di Mesir

AS Mengkritik Intimidasi Pers di Mesir

Kedubes AS di Cairo (arsip aljazeera)
Kedubes AS di Cairo (arsip aljazeera)

dakwatuna.com – Mesir. AS mengkritik perkembangan kebebasan publik dan pers di Mesir dan meminta pemerintah kudeta di negara tersebut untuk membatalkan proses hukum terhadap beberapa wartawan Aljazeera yang sedang berjalan saat ini.

Pejabat Kemlu AS Bidang Diplomasi Publik, Richard Stengel, dalam keterangan pers (28/2) menyatakan bahwa AS prihatin terhadap pelanggaran kebebasan berekspresi dan pers yang terus berlangsung di Mesir saat ini. Menlu AS John Kerry menurutnya telah menekankan bahwa kebebasan berpendapat dan pers merupakan hak mutlak warga negara dan menjadi pondasi utama prinsip-prinsip demokrasi.

Sementara itu, Jubir Kemlu AS, Jen Psaki, ketika diwawancarai (28/2) mengenai sikap AS terkait kasus penangkapan para wartawan oleh pihak keamanan Mesir menyatakan bahwa langkah tersebut salah dan mengabaikan prinsip-prinsip penegakan HAM.

Sebelumnya, pihak keamanan Mesir telah membebaskan seorang wartawan saluran berita internasional Aljazeera bernama Muhamad Badr setelah diputus tidak bersalah oleh pengadilan atas dakwaan terlibat aksi kekerasan dalam salah satu aksi unjuk rasa di Cairo.

Dalam keterangan pers setelah pembebasan dirinya, Badr mengungkapkan bahwa selama dipenjarakan 7 bulan, dirinya mendapatkan tindakan kekerasan dan pelecehan dari aparat keamanan Mesir. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Jelang Tanggal 11/11, Isu Demonstrasi Anti As-Sisi Menyeruak Di Mesir