Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Dialah Anakku Apa Adanya

Dialah Anakku Apa Adanya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (islamicstyle.al-habib.info / nurelyana)
Ilustrasi. (islamicstyle.al-habib.info / nurelyana)

dakwatuna.comNamanya Muhammad Fatih Assyamil, sudah 3 tahun 3 bulan terlahir di muka bumi. Saat pertama lahir, anakku memiliki hal yang unik dari kelopak kepala bagian bawah lembek sekali sampai-sampai kami pun khawatir terjadi sesuatu dengannya. Dan alhamdulillah dia sehat sampai sekarang.

Saat masa pertumbuhan pun, anakku tidak mengalami fase merangkak yang biasanya dilakukan oleh para balita, yang katanya kalau tidak melewati fase tersebut akan ada kesulitan pada dirinya. Dan alhamdulillah dia sehat walau terkadang bicaranya masih belum jelas.

Saat usia sekarang, anakku sering ngompol padahal sebelum tidur pasti pipis dulu ke kamar mandi, walau kata teman-temanku sedikit mencibir ”hahhh…masa sudah sebesar itu masih ngompol”, aku biarkan saja cibiran itu dan aku langsung searching di mbah Google dan alhamdulillah gak ada masalah dengan usianya yang masih mengompol. Dan alhamdulillah hari ini 03 februari 2014 dia memberikan kejutan di pagi hari dengan tidak mengompol.

Saat sekolah di PAUD anakku termasuk anak yang sulit sekali dilepas dari ummi dan abinya jika diantar ke sekolah, selalu nempel kaya perangko bahkan sampai nangis ketika ditinggal. Bu guru yang baik hatipun langsung mengajaknya dengan banyak rayuan, dan alhamdulillah berjalannya waktu pelajaran dia langsung bisa beradaptasi.

Saat berteman dengan seusianya dia berusaha menjadi yang terbaik, menjaga barangnya, bahkan dia cenderung aktif sekali untuk bermain, lari sana-lari sini seakan batrenya full tak habis-habis. Keceriaannya saat bermain akan dia tunjukkan jika suasananya menyenangkan.

Saat bersama ummi dan abi, dia pintar sekali meniru perilaku orang tuanya. Senang bermain, membaca buku, berlari-lari bahkan dia sibuk mencari perhatian dari orang tuanya. Penuh kasih dan sayang, berpelukan saat berjumpa dengan ummi dan abi, mengucapkan salam ketika masuk ke rumah, meminta maaf jika salah, membaca doa ketika melakukan aktivitasnya, meminta izin jika ingin sesuatu, menangis jika tidak dituruti, ngambek jika sudah kesal, merayu jika dimarahi, mencium ketika ia gemes dengan ummi dan abi, sayang dengan saudaranya.

Dialah anakku dengan banyak kekurangan dan kelebihan yang ada, walau ada fase balita yang terlewati, walah ada cibiran tentang anakku, walau kemampuannya berbeda dengan yang lainnya. Ternyata dia lah guru untuk kami, guru mengajarkan kesabaran, guru mengajarkan keikhlasan, guru yang mengajarkan disiplin, dan guru yang harus optimal dengan sisa waktu yang minimal.

Bunda, bagaimanapun kondisi anak kita tetaplah kita mendukungnya, tetaplah kita mengasihinya dan menyayanginya. Jangan dimarahi ketika anak melakukan kesalahan yang sebetulnya dia belum tau mana yang benar dan salah, jadi arahkan untuk anak tidak mengulangi kesalahannya. Karena anak adalah titipan Allah untuk kita dan doa anak yang shalih akan membantu kita di akhirat kelak.

Salam sayang dari ummi untuk anakku tercinta yang memiliki kekurangan dalam hal bicara belum jelas, ummi yakin seiring berjalannya waktu kamu akan bisa berbicara dengan jelas. Doa ummi dan abi agar dirimu menjadi seorang pemimpin yang adil dan bijaksana. Aamiin

Ummi yang mencintaimu apa adanya – Siti Masripah.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Telah menikah dan baru memiliki 1 orang putra, bekerja pada salah satu perguruan tinggi swasta, sambil bekerja dan menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki tanggung jawab yang subhanaallah berat.
  • rystaz

    Sabar mbak tidak lah allah menguji hambanya dg semua ujian dglah sia”…
    Diusia anak yg masih sugitu adalah wajar aku rasa mbak….masih meraba kata.
    Jadi pesen ku g usah prduli cemoh orang….sabar adalah lbh baik dari apapun.

  • Dee

    ini sama seperti apa yang saya alami….

  • subhanallah, merinding membacanya.
    saya setuju, setiap anak adalah anugerah, setiap anak adalah cerdas dan istimewa.
    ada anak ekstrofet, ada anak introfet. Ada anak yang tangkas, tapi “lambat” bicara. cepat bicara, tapi perkembangan motoriknya “lambat”.. Apapun kondisinya, mereka adalah anugerah dan aset kita di akhirat Insya Allah. Mereka adalah ladang amal kita.
    terus belajar dan belajar. hanya mendengarkan nasehat yang baik, akan membuat kita tegar dan kuat.

  • Indah Handy

    Terkadang banyak guru atau lingkungan yang kurang bisa menerima bahwa setiap anak itu unik. Yang dicaci hari ini bisa jadi orang besar dan dikagumi suatu saat nanti.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Google Plus)

Memukul Anak Dalam Perspektif Pendidikan Islam

Organization