Home / Pemuda / Essay / Hadapilah

Hadapilah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.comKau tahu? Apa yang aku rasa ketika berada di ketinggian kemarin, aku ingin sekali berteriak dan menangis agar semua orang tahu bahwa aku diselimuti rasa takut yang luar biasa. Sepertinya bukan hanya aku yang merasakan hal yang demikian, engkau pun serupa denganku. Tapi satu hal yang harus kita tahui saat dalam kondisi yang demikian, kau harus tetap menghadapi dan melawan rasa takut itu, karena jika tidak, kau pun takkan bisa kembali bukan?

Dari sana mari kita belajar tentang satu kata penuh makna serupa keberanian. Keberanian adalah ketika kau mau menghadapi seberapa besar rintangan demi rintangan di depanmu, ketika kau mau berusaha menepis seberapa besar rasa takut yang menyelimutimu, ketika kau mau untuk terus berjalan menghadapinya bukan menghindarinya walau itu begitu menakutkan, menyedihkan, memilukan bagimu, bahkan sampai air matamu pun ikut menjadi saksi perjuanganmu.

Kau pun harus tahu dan mengerti, kau tak kan mendapati dirimu sendirian menghadapinya, akan banyak iringan doa menyertai perjuanganmu, akan banyak saudara-saudaramu yang setia menyemangatimu, bahkan jika pun mereka lelah, ketahuilah kawan, Allah sekalipun tak kan pernah lelah membersamai perjalanan dan perjuanganmu. Takkan sia-sia kawan.

Mengutip tulisan dari Ahmad Rifa’i Ri’fan, “Tak ada jalan pintas menuju keberhasilan. Terkadang kita harus letih dan tertatih dalam memperjuangkan mimpi, dan justru itulah yang membuat kisah keberhasilan kita kelak makin berkesan. Terkadang kita perlu merasakan kesulitan agar kelak bisa mensyukuri hadirnya kemudahan. Kadang kita butuh dibikin menangis agar kelak dapat mensyukuri sebuah senyuman.”

Begitu pula dengan aktivitas dakwah, aku, kau, dan kita semua pasti akan tiba pada masa-masa seperti itu, takut, gelisah, tidak percaya diri, dan berbagai macam halangan dan rintangan. Tapi, bukankah pertolongan Allah itu begitu dekat kawan??

Tersenyumlah… aku mencintai kalian karena Allah.


Kisah manis tentang Outbound dalam acara Road to Syura’ Akbar LD WAKI (Wahana Kerohanian Islam) FISIP Universitas Sriwijaya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi semester 6 fakultas ISIP Unsri. Biasanya dianggil Ayu atau Upik. Sekarang diamanahi sebagai sekretaris departemen MMC (Media Muslim Center) LDK NADWAH Unsri, dan sedang menanti Demisioner pengurus LDF WAKI ISIP sebagai sekdept Syiar.

Lihat Juga

Sabar dan Syukur Dalam Kehidupan Keluarga