Home / Pemuda / Cerpen / Samudra Cinta

Samudra Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.comSudah dua hari aku melihat kak Sabrina duduk di serambi masjid pada tengah malam.  Dia hanya diam termenung sambil memandangi langit malam yang penuh bintang dan disertai hawa dingin.

“Assalamu’alaikum, kok di luar kak? Nanti masuk angin lho”  aku menghampirinya dan duduk di dekatnya.

“Wa’alaikumsalam, ya dek mbak lagi menikmati indahnya malam hari” jawab kak Sabrina sambil tersenyum.

Kami seperti saudara walaupun usiaku dengan kak Sabrina terpaut jauh, aku yang saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu desa di mana kak Sabrina tinggal. Desa kecil dekat dengan lautan luas dan hamparan pasir putih yang setiap saat menghempaskan angin kerinduan akan indahnya alam ini.

Aku saat ini masih duduk di bangku menengah kelas dua, sedangkan kak Sabrina yang sudah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah. Aku mengenal kak Sabrina dua tahun yang lalu ketika aku akan masuk di sekolah bernama MTs Baiturrahman. Kak Sabrina sebagai guru ngajiku, namun aku menganggap dia sebagai kakakku. Karena kak Sabrina yang selama ini dekat denganku, suka duka yang sering kita lalui bersama.

“Kak, aku lihat sudah dua hari ini kakak selalu duduk di serambi masjid saat tengah malam, emangnya ada apa kak??”

“Hmmm, karena kakak melihat ada samudra cinta di langit. Kakak melihat malam ini berbeda dengan malam-malam yang lain karena bulan, bintang dan seluruh alam semesta yang sedang asyik berdzikir kepada Allah sehingga hati kakak merasa tenang ketika percikan dzikir menyentuh relung jiwa kakak” sambil memandangiku

“Ya kak, aku jadi rindu ketika aku bersama umi duduk bersama menikmati malam yang indah dan ditemani indahnya gemerlap malam. Semoga umi bahagia di surga bersama bidadari-bidadari surga yang cantik,” tanpa kusadari air mataku telah jatuh membasahi pipiku

Kak Sabrina memelukku, aku merasakan kehangatan dalam jiwaku dan merasakan umi berada di sampingku berbagi bersama menikmati malam.

“Semoga kita bisa bertemu uminya Nisa di surga nanti, keindahan surga lebih indah dari samudra cinta yang ada di dunia. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (Ar-Rahman: 70), surat yang sering dibaca Nisa sebelum mulai mengaji. Kerinduan Nisa saat ini insya Allah akan dibalas yang lebih, bertemu umi bersama bidadari-bidadari cantik. Yakinlah janji Allah itu pasti, karena Allah selalu mendengar isi hati seorang hamba yang rindu dengan-Nya.”

Mataku mulai terpejam. Aku tertidur dalam dekapan kak Sabrina. Sampai suara kak Sabrina perlahan menjadi pelan dan akhirnya menjadi diam membisu. Hanya hawa dingin yang bisa ku rasakan.

“Dek, bangun, sudah jam 3. Waktunya sahur.” Kak Sabrina membangunkanku

Setelah aku menikmati indahnya samudra cinta dan tertidur dalam dekapan kak Sabrina. Ternyata kak Sabrina membawaku ke kamar.

“Ya kak,” Mataku perlahan membuka, terasa berat untuk bangun

Kulangkahkan kakiku untuk membasuh wajah, menghilangkan rasa kantuk. Kemudian menuju ruang makan, di sana sudah terdapat makanan kesukaanku. Telur dadar dan sambal trasi. Kunikmati makanan ini bersama kak Sabrina. Aku tinggal bersama keluarga kak Sabrina. Kedua orang tua dan kak Sabrina, mereka sudah menganggapku sebagai bagian dari mereka.

“Ibu sama bapak di mana?” tanyaku

“Sepertinya sudah di masjid, dari tadi mbak cari nggak ada,” sambil lihat samping kanan-kiri

Jam menunjukkan pukul 03.30. Aku segera membersihkan meja makan dan bersiap-siap ke masjid untuk shalat subuh. Selesai shalat subuh, aku termenung. Teringat saat tengah malam bersama kak Sabrina di serambi masjid. Merasakan keindahan malam ditemani bulan, bintang dan seluruh alam ini yang sedang asyik berdzikir kepada Allah. Aku juga merasakan nikmatnya keindahan samudra cinta yang bernama Lailatul Qadr.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi semester 4 jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat ini masih aktif di KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) sebagai staff humas. Mengikuti FLP (Forum Lingkar Pena) di kampus sejak semester 2.

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang