Home / Narasi Islam / Wanita / Pantaskah Dipanggil Muslimah?

Pantaskah Dipanggil Muslimah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Ilustrasi. (Foto: fsthevanie.wordpress.com)
Ilustrasi. (Foto: fsthevanie.wordpress.com)

dakwatuna.com “Dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah…”

Sahabat dakwatuna, sering kita menyebut bahwa wanita yang beragama Islam adalah muslimah. Tapi apakah pantas muslimah bajunya masih seperti bungkus kue (maksudnya transparan), atau seperti bungkus lontong (maksudnya masih ketat), padahal Allah telah menurunkan semua aturan-Nya. Allah juga mengatakan bahwa pakaian adalah perhiasan untuk manusia yaitu dalam Al-Quran surat al-A’raf ayat 26 Allah SWT berfirman:

“Wahai anak Adam, sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu.”

Padahal seharusnya busana muslimah itu; 1. menutupi seluruh badan selain yang sudah dikecualikan, yaitu wajah dan telapak tangan. 2. Tidak ketat, sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupi. 3. Tidak tipis, sehingga warna kulit masih bisa dilihat. 4. Tidak menyerupai pakaian lelaki. 5. Tidak menyerupai pakaian orang kafir. 6. Warnanya tidak menyolok. 7. Tidak ada maksud pamer atau memamerkan.

Kemudian apakah pantas dipanggil Muslimah, tetapi masih bermake-up tebal dan menor. Sebenarnya bukan dilarang bermake-up sama sekali, hanya saja make-up-nya itu yang bermanfaat dan cocok untuk tubuh, di antaranya adalah celak mata, bekas pacar (daun pacar) di tangan. Dalam sebuah hadits, “Telah berkata Ibnu Abbas RA, Perhiasan yang zhahir adalah muka, celak mata, bekas pacar di tangan dan cincin.” (HR. Ibnu Jarir).

Tidak hanya itu saja, yang namanya Muslimah itu ya juga harus tahu hukum-hukum seputar wanita, bukan malah tahunya hukum-hukum di Indonesia saja dan malah tahu dengan hukum-hukum yang ada di Negara Amerika.

Nah yang ini juga gak ketinggalan, yang namanya Muslimah itu tidak mau pacaran sebelum menikah. Allah kan sudah melarang kita dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32, “Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya perzinaan itu adalah perbuatan keji dan jalan yang amat buruk.”

Perlu kita ketahui, bahwa pacaran sebelum menikah itu akan membuat kita menjadi orang yang melakukan Zina, bagaimana tidak, lelaki itu kan bukan mahram kita. Jangankan menyentuh, memandang lawan jenis itu termasuk zina yaitu zina mata. Maka itu kita juga harus menjaga pandangan. Seperti dalam Al-Qura surat An-Nur ayat 31, “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangan dan memelihara kemaluannya….”

Nah ayat ini sudah jelas bukan? Kalau kita mau berpikir lagi, jangankan berbuat zina, mendekatinya saja kita sudah dilarang Allah, bagaimana jika melakukan, Na’udzubillah.

Nah, jadi bisa kita simpulkan bahwa menjadi muslimah itu bukan hanya karena beragama Islam, tetapi ia memiliki ciri khas yang berbeda yaitu menutup Aurat; memakai jilbab syar’i dan berbusana muslimah yang tidak ketat, mengerti hukum-hukum seputar wanita, dan tidak mendekati zina alias pacaran sebelum menikah.

Jangan ada lagi yang mengaku dirinya seorang muslimah tetapi kelakuannya buruk dan pengetahuannya tentang Islam jauh.

Semoga saya, dan sahabat dakwatuna menjadi muslimah yang senantiasa selalu memperbaiki diri. Wallahu a’lam bisshawab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 8,18 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi S1 UNIMED jurusan Kimia, saat ini aktif di KAMMI MEDAN Sebagai staff Departemen Pemberdayaan Perempuan yang mempunyai impian menjadi bunga-bunga haraki.

Lihat Juga

Ilustrasi. (twitter.com/TadzkirahOelja)

Dakwah Kemuslimahan itu Sesuatu