Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ketika yang Dua Telah Menjadi Satu

Ketika yang Dua Telah Menjadi Satu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Beberapa waktu lalu ada tetangga menikah, tapi saya tak mendapat undangan. Undangan justru datang dari sahabat organisasi yang rumahnya relatif lebih jauh, dia juga menikah di hari yang sama. Melihat mempelai yang bersanding di atas pelaminan, sesungguhnya kita sedang menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah yang begitu nyata. Begitu dekat.

Pernikahan adalah ikatan suci, satu-satunya jalan yang dilegalkan Islam untuk menjalin kasih sayang insan berlainan jenis. Dorongan batin yang ada, tidak akan pernah terpuaskan hanya dengan membangun hubungan atas nama ‘pacaran’.

Jika pengusung modernitas (media cetak, elektronik, radio, TV) membangun konspirasi destruktif atas nama valentine untuk melegalkan seks bebas. Maka sudah selayaknya kita melawan. Membentengi generasi muslim dengan kesadaran, bahwa menikah itu mudah, indah, murah dan penuh berkah.

Saat kita putuskan memasuki gerbang pernikahan. Sesungguhnya kita telah melayarkan sebuah bahtera menuju laut lepas. Maka sejak awal sepantasnya kita telah mengetahui tujuan yang hendak dicapai. Di mana bahtera itu kelak akan bersandar. Menyadari bahwa di laut ada banyak rintangan. Karang yang kokoh dan runcing siap menghadang. Gelombang yang ganas siap menghempaskan bahtera kita. Hujan dan badai siap mengoyak layar. Rasa lapar dan haus memestikan kita memiliki persediaan bekal yang cukup.

Meskipun demikian ombak dan badai yang mengiringi tidak selalu buruk. Terkadang ombak yang kuat justru akan semakin menghempaskan bahtera kita cepat sampai ke tujuan. Terkadang badai yang kencang, akan meniupkan layar kita agar cepat sampai ke pelabuhan harapan. Begitulah seterusnya. Tinggal bagaimana kokohnya bahtera yang kita bangun. Bagaimana kepiawaian nahkoda dalam mengemudi. Bagaimana awak kapal membantu mengatasi setiap persoalan.

Bagi saudaraku yang baru saja menikah. Semoga mendapat keberkahan dari Allah. Sekarang kalian tak lagi dua melainkan satu. Satu pasangan yang memang telah dijaminkan oleh Allah.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Yaasiin: 36)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 7,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

E Hamdani
Seorang lelaki dusun, eks pedagang kerupuk singkong keliling yang bercita-cita menjadi jurnalis. Pernah magang menjadi wartawan Harian Solopos, tetapi ternyata menjadi wartawan bukanlah jiwanya. Maka hobi menulisnya disalurkan dengan menulis artikel lepas di beberapa media dan menulis buku.

Lihat Juga

ilustrasi (jilbabcantig.blogspot.com)

Murabbiyah, Ta’arufkan Akhwat yang Siap Menikah