Home / E Hamdani

E Hamdani

Seorang lelaki dusun, eks pedagang kerupuk singkong keliling yang bercita-cita menjadi jurnalis. Pernah magang menjadi wartawan Harian Solopos, tetapi ternyata menjadi wartawan bukanlah jiwanya. Maka hobi menulisnya disalurkan dengan menulis artikel lepas di beberapa media dan menulis buku.

Ketika yang Dua Telah Menjadi Satu

Bagi saudaraku yang baru saja menikah. Semoga mendapat keberkahan dari Allah. Sekarang kalian tak lagi dua melainkan satu. Satu pasangan yang memang telah dijaminkan oleh Allah. "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (Yaasiin: 36)

Baca selengkapnya »

Resonansi Kebaikan

Dalam fisika dikenal istilah resonansi, yakni bergetarnya suatu benda akibat getaran benda lain dengan frekuensi yang sama atau kelipatan bulat dari frekuensi itu. Sehingga untuk menggetarkan suatu benda kita tidak harus menyentuhnya secara langsung, melainkan hanya dengan menggetarkan benda lain. Maka kita bisa menggetarkan beberapa benda sekaligus dalam satu tempo apabila benda-benda tersebut memiliki kesamaan atau kelipanan bulat frekuensi.

Baca selengkapnya »

Dari Negeri Siput

Tuduhan keji kepada Rasulullah semakin menjadi-jadi. Karena Rasulullah menceritakan tentang kisah yang ‘tak masuk akal’ yang kemudian didengar kafir Quraisy:  Rasul menjelajahi langit! Jangankan para kafirin, orang mukmin saja yang pada waktu itu mendengar mungkin agak terperangah. Bagaimana mungkin di zaman yang masih mengandalkan unta dan kuda sebagai kendaraan itu, seorang bisa melintasi cakrawala?

Baca selengkapnya »

Khalifah Umar dan Mahar

“Wahai Amirul mukminin, apakah yang wajib kita ikuti itu Kitab Allah ataukah ucapanmu?” seorang wanita dengan penuh keberanian melontarkan pertanyaan kepada Khalifah Umar yang baru selesai berkhutbah. Wanita itu menanggapi pernyataan Umar yang melarang memahalkan mahar. Umar membatasi mahar tidak boleh lebih dari 12 uqiyah atau setara 50 dirham. Seraya menyatakan, “Sesungguhnya kalau ada seseorang yang memberikan atau diberi mahar lebih banyak dari mahar yang diberikan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam pastilah aku ambil kelebihannya untuk Baitul mal.”

Baca selengkapnya »