Home / Pemuda / Essay / Siapa Bilang Golput Gak Boleh?!

Siapa Bilang Golput Gak Boleh?!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Antara - dengan modifikasi)
Ilustrasi. (Foto: Antara – dengan modifikasi)

dakwatuna.com Mau golput? Silakan saja,

Toh di Indonesia ini kan hak asasi di junjung tinggi, dan golput adalah salah satu bagian dari hak asasi manusia juga. Jadi sah-sah saja kalau dalam pemilihan calon presiden pun ada yang golput, itu hak masyarakat.

Mau golput? Silakan saja,

Karena golput juga kan merupakan pilihan bagi mereka yang kurang pede bahwa perubahan kebaikan akan muncul bersama usaha pengubahan keadaan buruk itu sendiri. Selama tidak ada usaha untuk mengubah kerusakan-kerusakan di pemerintahan, maka selamanya pemerintahan akan tetap rusak. Dan golput adalah bagian yang ikut menyumbang kerusakan kelakuan pemerintah.

Mau golput? Silakan saja,

Tapi tau gak, di negara Suriah sana ketika yang berkuasa adalah orang yang mementingkan hajat kelompok dan ajaran nya, mereka dengan tega membunuh orang-orang di luar kalangan mereka. Dengar-dengar sih mereka Islam juga tapi beda paham gitu, jadi masyarakat yang gak sepaham dibuat menderita bahkan di siksa. Gak beda jauh lah sama di Iran sana, masyarakat sunni terus di intimidasi oleh pemerintahan syiah.

Nah gimana sama Indonesia?

Coba bayangin kalau banyak orang yang gak peduli dengan pemimpin bangsa mereka sendiri, ketika ada kesempatan memilih tidak digunakan. Dan saat pemimpin yang tidak mereka pilih itu berkuasa, mereka mengeluhkan kondisi negara. Ini namanya mubazirisme yang melahirkan pesimisme, persis kaum apatis yang kalau di kaji pemahaman mereka akan lebih condong pada atheis. Kenapa? karena mereka-mereka itu secara tidak sadar telah menyangsikan kekuasaan Tuhan untuk mengubah keadaan dari kegelapan menuju terang benderang. Dari suasana kezhalimann demokrasi menuju keshalihan sistem rabbani.

Jadi gimana dong?

Mau tau?

Sebenarnya mengikuti atau tidak mengikuti pemilihan umum, baik buat memilih RT, Camat, Gubernur, maupun Presiden itu bukan gaya-gayaan ngikutin aturan siapa-siapa. Bukan biar nguntungin pihak mana-mana, bukan juga biar pemerintah senang yang golput berkurang atau malah gak ada lagi. Tapi ini sebenarnya adalah sarana kita mensyukuri dan menjaga keseimbangan hidup yang sejatinya sudah di atur sama Allah.

Ingat gak apa kata Allah dalam Al-Quran,

“Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (An-Nahl: 100)

Nah kalau dalam konteks ini apa maksudnya?

Yaitu ‘kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin’, ketika orang-orang telah beranggapan bahwa gak penting lagi memilih pemimpin. Maka yang ada hanyalah tinggal permainan setan yang bertengger di pemerintahan kita. Hanyalah setan-setan yang duduk manis membuat peraturan-peraturan ngawur yang jauh dari tatanan pengaturan Allah.

Buktinya apa?

Apa gak sampai berita kalau polwan muslimah gak boleh berjilbab?

Apa gak dengar kalau perda miras belum seutuhnya berjalan?

Apa belum sadar ketika negara-negara dunia ambil sikap atas kekejaman negara tetangga pada rakyatnya, sementara Bangsa Indonesia hanya “anteng” saja?

Apa gak kesal liat kelakuan pemerintah yang ngediemin kasus-kasus korupsi?

Sekalinya dipantengin, yang ringan dihukum berat sementara yang berat di hukum ringan?

Dan saat itu kita beramai-ramai bilang, presiden nya gimana sih?

Lah kan golput (golongan putih) waktu pemilihan, makanya yang terpilih itu goltam (golongan hitam). Bukan berarti yang milih gak tau kalau itu goltam, tapi kebanyakan gak paham kalau yang mereka pilih itu membawa misi-misi hitam yang cuma nguntungin kelompoknya saja. Nah sementara yang paham malah bilangnya, percuma saja toh sama saja lah, sistemnya gak sesuai ajaran Islam lah, karena demokrasinya sistem bobrok lah, de el el.

Kasihan sebenarnya sama orang-orang yang paham akan pentingnya punya pemimpin yang amanah, tapi mereka terjebak sama pikiran nya sendiri. Mereka sebenarnya gak sadar sudah mempersempit kekuasaan Allah dengan berpaham tidak akan amanah pemimpin yang dipilih melalui sistem yang gak sesuai amanah-Nya. Yang mereka lihat hanyalah wadahnya, mereka gak sadar kalau wadah itu bisa diisi apa saja. Mereka pun berarti menyimpan perasaan buruk sangka pada sesamanya, dan mereka pun menyelisihi hadits Nabi Muhammad yang bunyi nya;

Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka juga mencintai kalian, kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka juga mendoakan kebaikan untuk kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka juga membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka juga melaknat kalian. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kita melawan mereka dalam keadaan demikian.” Beliau menjawab, “Tidak, sepanjang mereka masih menegakkan shalat. Ingatlah, siapa yang dipimpin oleh seorang pemimpin lalu ia melihatnya melakukan sesuatu dari kemaksiatan kepada Allah, maka hendaknya ia benci kepada maksiat yang dia lakukan dan jangan sekali-kali membatalkan ketaatan kalian kepada mereka. (Hadits ‘Auf bin Mâlik radhiyallâhu ‘anhu dalam riwayat Muslim)

Kok bisa begitu?

Karena mereka meragukan kecintaan saudara sesama muslim nya dalam upaya turut serta membenahi bangsa, lebih dari itu mereka pun secara gak sadar sama dengan meragukan ayat Allah;

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami lah mereka selalu menyembah,“ (QS. Al-Anbiyaa’: 73)

Nah kalau sudah gitu, siapa bilang golput gak boleh?

Silakan saja bagi mereka yang gak mau ngerti, atau yang masih setengah-setengah dalam membumikan sistem rabbani di negeri ini. Tapi jangan banyak mengeluh ketika yang memimpin nanti adalah orang-orang dari golongan hitam, yang membawa visi misi setan, yang lebih banyak diminati oleh orang-orang zaman sekarang. Jangan lagi banyak protes ketika undang-undang yang hadir justru malah seakan membuka jalan menuju neraka, padahal sudah jelas kata Allah nya juga;

“Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” (QS. Al-Qashash: 41)

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS. Al-A’raaf: 3)

Jadi, siapa bilang golput gak boleh??

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 7,89 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad Khalabi
Seorang hamba Allah yg selalu ingin memperbaharui diri menjadi lebih baik serta lebih berarti bagi hidup dan kehidupan.
  • Syafrizal Rizal

    Sudah Seharusnya Tokoh-Tokoh Islam di DPR, memperbaiki Sisitim yg ada, apabila ternyata masih Buruk dan GOLPUT jadi Solusinya maka tanggung jawab mereka yg mempunyai otoritas Untuk memperbaiki; yg menanggung Dosanya !!!

  • Wila Salam

    “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

    “Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami lah mereka selalu menyembah,“ (QS. Al-Anbiyaa’: 73)

    Nah, sampeyan sendiri yg nulis. Jadi pemimpin yg harus dipilih adalah PEMIMPIN YANG MEMBERI PETUNJUK DENGAN PERINTAH KAMI.

    Apa itu PERINTAH KAMI (ALLOH SWT)??, sampeyan pastinya sudah paham betul. Jadi yang Golput itu bagaimana??

    Pinternya keblinger…HEBAT, saking Hebat, sampeyan terlihat bodoh.

  • komendanu

    kok golput disamain ama atheis???…..ckckckkc

  • Zumardy Azzam

    ngomongnya pinter tapi tidak memahami dasar pemikiran kenapa orang jadi golput. hasinya ya gitu jadi melecehkan… padahal argumennya dia cuma nalar doang, harusnya malu tuh

Lihat Juga

Pilkada serentak 2015 (inet). (kpud-madinakab.go.id)

Jelang Pilkada Serentak, MUI Imbau Umat Islam Tidak Golput