Home / Narasi Islam / Dakwah / Dakwah Sebagai Jalan Hidup

Dakwah Sebagai Jalan Hidup

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Di antara beberapa orang yang berjuang di jalan dakwah ini, ada dua golongan yang berbeda yang mempunyai ciri khas satu sama lain terkait pelabuhan misi dakwah yang mereka bawa bersama visi pribadi mereka. Ada orang-orang yang menempatkan dakwah sebagai bagian dari aktivitas, sebagian yang lain menempatkannya sebagai jalan hidup.

Orang yang pertama adalah mereka yang terpuaskan oleh kesibukan kerja dan terisinya waktu luang. Maka saat dihadapkan kepada mereka sebuah pilihan, dia perlahan mundur lewat sela-sela baris hingga akhirnya terlepas darinya lingkungan yang mengikatkan diri mereka dengan dakwah. Dan seiring berjalannya waktu ia memilih menjadi manusia biasa seumumnya. Lebih memilih menjadi rumput dibandingkan dengan pohon rindang yang menyejukkan.

Segolongan orang kedua adalah mereka yang mengharapkan balasan dari Rabb-nya yang telah dijanjikan. Maka saat dihadapkan kepadanya pilihan, mereka mampu menempatkan dakwah di atas segala sesuatu. Dan ketika terpaksa harus meninggalkan dakwah, ia bersegera mencari ladang yang lain untuk disemai kebermanfaatannya. Orang-orang yang seperti ini adalah permatanya dakwah yang senantiasa menghiasi jalan dakwah dengan kemilau cahaya kesungguhan dan keikhlasan yang melangit.

Memilih dakwah sebagai jalan hidup berarti mengazamkan diri untuk terus terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang sarat pembelajaran. Karena kesadaran untuk belajar dari segala macam hal akan menuntun kita pada sekumpulan pengalaman, dan pengalaman inilah yang cenderung mengajarkan kita kehidupan yang sesungguhnya. Ibarat seorang penebang pohon, semakin banyak pohon yang berhasil ditebang, semakin dekat ia dengan predikat ahli. Maka jika kita takut gagal walau hanya sekadar menebang pohon sehingga kita tidak pernah melakukannya, mungkin kita hanya akan jadi pengumpul ranting-ranting kecil yang berserakan.

Inilah kawan, salah satu karakter seorang pejuang kehidupan yang hakiki. Berlari di atas jalan dakwah. Menjadi insan yang berusaha menyempurnakan ikhtiar dalam proses perbaikan diri hingga akhirnya menjadi sebuah langkah nyata untuk dapat memperbaiki umat ini. Karena ingatlah, bahwasanya hidup ini adalah sebuah kesempatan, kesempatan untuk kita mewujudkan sebuah mimpi peradaban yang umat ini sangat rindukan. Sebuah peradaban yang bernilai kemuliaan dalam pandangan Allah, dan kebermanfaatan dalam pandangan makhluk-Nya. Sekarang hanya ada dua kata kunci yang menjadi konsekuensi bagi jiwa yang menjadikan dakwah sebagai jalan hidup: Beramal dan berkaryalah!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saif Fatan
Penulis sekaligus ketua Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah D.I. Yogyakarta dan Trainer Pelatihan Manajemen Lembaga Dakwah Kampus FSLDK DIY. Buku yang sudah ditulis dan diterbitkan yaitu Muslim Engineer (2011) dan Goresan Tinta untuk Indonesia (2013). Organisasi yang pernah diikuti Keluarga Muslim Teknik UGM (KMT UGM), Forum Silaturahim Keluarga Mahasiswa Muslim UGM (FORSALAMM) dan LDK Jamaah Shalahuddin.
  • SanguinBoy

    luar biasa… ini lah yang kita butuhkan untuk semangat…

Lihat Juga

Ilustrasi. (Syaeful Bahri)

Guru Persimpangan Jalan

Organization