Home / Berita / Internasional / Afrika / Carter Center: Tak Ada Jaminan Bersih dan Transparan dalam Referendum Mesir

Carter Center: Tak Ada Jaminan Bersih dan Transparan dalam Referendum Mesir

Carter Center
Carter Center

dakwatuna.com Lembaga non-pemerintah yang biasa memantau pemilu dan proses demokrasi, Carter Center, menyatakan kekhawatirannya dengan proses demokrasi di Mesir. Menjelang diadakannya referendum konstitusi yang baru, polarisasi yang terjadi di Mesir kian terlihat nyata. Warga Mesir terbelah menjadi dua kubu yang saling bertentangan. Ruang politiknya menjadi semakin sempit.

Sejak dari awal, terlihat dengan sangat jelas praktek monopoli penguasa dalam proses amandemen  konstitusi 2012. Kini pun tidak ada jaminan referendum akan berjalan dengan bersih dan transparan. Hal ini disampaikan Carter Center, Selasa (7/1/2014) yang lalu.

Menyambut diadakannya referendum konstitusi 14-15 Januari yang akan datang, Carter Center meminta pemerintah kudeta untuk menghentikan serangan yang dilancarkannya kepada Ikhwanul Muslimin dan elemen-elemen lain yang menentang kudeta. Termasuk di dalamnya, penghapusan undang-undang yang melarang dilakukannya demonstrasi, dan dibukanya kembali kebebasan media terutama media yang pro-Presiden Mursi. (msa/dakwatuna/elmarsad)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

PAHAM: Pernikahan Beda Agama Melanggar Konstitusi