Home / Narasi Islam / Wanita / Jilbabku

Jilbabku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Emi Nur Indahsari)
(Emi Nur Indahsari)

dakwatuna.com “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (QS. Al Ahzab: 59). Allah SWT selalu memberikan kita kewajiban tanpa pernah ada yang sia-sia, jilbab salah satunya.

Siapa yang tak kenal jilbab? Wanita Islam pasti mengenal itu. Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Fungsinya untuk menutupi perhiasan wanita dan auratnya. Jelaslah bahwa berjilbab itu wajib karena merupakan perintah yang sangat jelas dari Allah dan Rasul-Nya serta merupakan bentuk ketaatan seorang wanita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Belum genap satu bulan aku mengenakan jilbab, mengenakan apa yang sudah menjadi kewajibanku. Aku benar-benar menjadi wanita yang paling beruntung karena nyatanya aku masih diberi kesempatan untuk mengenakan jilbab yang memang sudah perintah dari-Nya.

Semua bermula saat aku mengikuti kegiatan Tafakur Alam dari jurusanku. Semua panitia dan peserta menjaga aurat masing-masing. Aku yang belum menggunakan jilbab pun, turut menggunakan jilbab karena semua panitia dan peserta wajib menggunakan jilbab. Sepanjang jalannya acara, aku mendengar beberapa narasumber yang berbicara mengenai indahnya berjibab. Selain karena jilbab merupakan kewajiban, tapi jilbab dapat melindungi kita dari godaaan para lelaki. Ini merupakan salah satu yang memotivasiku dan menumbuhkan kesadaranku untuk berjilbab. Aku yang mendengar merasa malu. Umurku sudah genap 19 tahun, tapi aku belum menggunakan jilbab. Aku merasa miris dengan diriku sendiri. Aku tak ingin terus terpuruk dengan keadaan ini. Aku menyesal. Aku tak mau berjilbab nanti, saat aku ditutup kain kafan. Beruntung, Allah SWT masih memberiku umur hingga aku dapat menggunakan jilbabku.

Ini sebuah nikmat yang wajib aku syukuri. Bagaimana tidak, akhirnya aku dapat merasakan kecintaanku pada jilbab. Bukan karena banyak orang yang memujiku setelah aku berjilbab, tapi karena aku dapat merasakan bahwa jilbab merupakan lambang dari rasa maluku dan tanda kesucian diriku serta jalan menuju kecintaan Allah kepadaku dan tangga menuju jannah.

Aku benar-benar menyesal pernah berkata bahwa aku belum siap mengenakan jilbab, belum tergerak hatiku untuk mengenakan jilbab, padahal jilbab merupakan kewajibanku. Waktu itu aku sempat berpikir bahwa aku belum berjilbab karena aku belum mendapatkan hidayah, namun kini aku sadar. Aku terbangun dari lamunanku dan menyadari bahwa aku salah. Aku yang seharusnya datang kepada-Nya dengan sepenuh kemauanku. Namun, aku tahu Allah SWT akan memaafkan kekhilafanku itu.

Lain halnya dengan kedua orang tuaku. Betapa bangganya mereka saat tahu bahwa aku akan berjilbab. Nampaknya mereka benar-benar terharu karena akhirnya buah hatinya dapat berjilbab. Orang tuaku merupakan para pendidik yang akan berdiri di hadapan Allah SWT dan ditanya tentang aku, putrinya. Hingga mereka pasti bangga karena mereka dapat mendidikku hingga aku dapat menjalankan kewajibanku.

Lagi-lagi, aku benar-benar mulai tersadar bahwa aku pernah salah seperti kodrat manusia yang tak luput dari kesalahan. Aku sadar bahwa aku berdosa pernah memamerkan auratku dan mempertontonkannya pada orang banyak. Padahal itu dapat merusak kehidupan dunia maupun akhiratku. Namun kini, aku mulai belajar menjadi muslimah yang baik hingga aku dapat memenuhi kewajibanku. Aku tahu dengan jilbab, kan tampak makna kemuliaan, suatu kemajuan, atau ketinggian derajat seorang wanita. Aku juga bersyukur karena kini aku telah berjilbab yang manfaatnya tak hanya mendapat manfaat ukhrawi, namun akan mendapat manfaat duniawi.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Seorang remaja yang bercita-cita menjadi penulis. Sadar tak akan menjadi sempurna, namun tetap berusaha menjadi yang terbaik.

Lihat Juga

Gerakan Menutup Aurat, Jilbab Bukan Pilihan Melainkan Kewajiban