Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Kiat Mengatasi Masalah saat Jumlah Aktivis Dakwah Sedikit

Kiat Mengatasi Masalah saat Jumlah Aktivis Dakwah Sedikit

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comIkhwah fillah, terkadang kita bingung memikirkan organisasi/jamaah kita yang hanya segelintir orang ini. Padahal tugas dan amanah dakwah sangat banyak, hampir semua bidang kita geluti. Memang tujuannya adalah agar bisa menjangkau semua sisi kehidupan, karena itulah tujuan dakwah. Namun apa yang terjadi, amanah kian menumpuk yang hanya diemban oleh segelintir orang saja, jadinya 4L (Loe Lagi Loe Lagi). Di organisasi kampus ada “loe”, organisasi masyarakat ada “loe”, organisasi pemerintah juga ada “loe”. Di mana-mana ada “Loe Lagi”. Kalau tidak kuat dalam mengemban amanah bisa menyebabkan futur. Na’udzubillah.

Ada beberapa hal penting untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi:

1. Niat

Rasulullah bersabda “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya” (HR Bukhari). Hadits ini adalah salah satu pokok ajaran penting dalam Islam, Imam Syafi’i mengatakan “hadits ini mencakup sepertiga ilmu”. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat dalam hati, ucapan dan tindakan. Oleh karena itu saudaraku, jangan main-main dengan niat, segera luruskan niat kita, karena hal tersebut sebuah awal yang akan menjadi penentu dari setiap kerjaan.

2. Ruhiyah

Kekuatan ruhiyah kita juga akan menjadi modal besar dalam berdakwah, karena dakwah adalah seni menyentuh hati, kalau hati penuh dengan keimanan maka akan dengan mudah dalam menyentuh hati manusia. Akan tetapi sebaliknya, dakwah akan sulit bila ruhiyah tidak seimbang, apa yang kita sampaikan mungkin hanya akan terlintas saja di mata orang lain, tanpa ada perhatian bahkan kata-kata kitapun tak masuk dalam hati mereka, mereka acuh terhadap yang kita ucapkan, karena ruhiyah adalah kekuatan para da’i.

3. Kafa’ah keilmuan

Luasnya pengetahuan kita juga menjadi salah satu unsur penting dalam menambah kekuatan untuk bertahan di jalan dakwah, pengetahuan yang luas akan membantu tumbuhnya ide-ide baru dan produktivitas dalam organisasi. Kita juga akan lebih bisa mensyukuri apa yang ada, kita juga akan senantiasa mengingat perjuangan Rasulullah SAW yang luar biasa yang pada mulanya juga terdiri dari hanya beberapa orang saja. Kita juga akan lebih bisa dalam mengkondisikan kader, karena parameter kita bukan bagaimana orang yang kita rekrut menjadi tertarik ikut organisasi tapi bagaimana ia menjadi nyaman dalam nuansa Islam.

4. Menganalisa lahan dakwah

Kita tidak akan bisa menaklukkan sebuah daerah jika kita tidak tahu kondisi daerah tersebut. Hal ini penting untuk bisa menjadi dasar kita dalam menentukan metode dakwah terhadap sasaran dakwah kita. Analisa ini juga harus dilakukan sesering mungkin untuk melihat perkembangan yang terjadi agar kita tidak melemah. Dengan selalu mengikuti perkembangan dari situ tumbuh semangat dan ide kreatif.

5. Komunikasi

Dalam organisasi kita sering terkendala masalah komunikasi (misskom), kita sering disibukkan masalah-masalah internal. Organisasi tidak akan berkembang kalau terus seperti itu. Kapan dakwah ini akan berjalan kalau seperti itu, masih sibuk menuntut orang lain, kader seusia kita jangan mau disibukkan dengan hal-hal yang sia-sia. Saatnya berbenah diri, bergerak dan berkontribusi untuk umat.

6. Ri’ayah

Selain rekrutmen, salah satu kunci dalam kaderisasi adalah ri’ayah (pemberdayaan). Dengan pemberdayaan yang baik, sesuai bakat minat, kader akan menjadi nyaman dalam organisasi. Jangan sampai kader pindah ke lain hati hanya karena organisasi tersebut membosankan, tak ada inovasi maupun kreativitas. Banyak kader “nganggur” tak terberdayakan, karyakan mereka dengan segala sesuatu yang ada. Sehingga organisasi kita akan tampil berbeda dengan segudang produk dan prestasi yang luar biasa.

7. Komitmen

Komitmen adalah kekuatan yang menggerakkan aktivitas, komitmen akan tumbuh dengan sendirinya ketika mereka merasa nyaman dalam organisasi, merasa memiliki, merasa butuh untuk berdakwah. Ketika komitmen telah menghujam dalam hati, maka sesulit apapun dia akan selalu berusaha menjalankan apapun amanah yang diberikan.

Semoga kita menjadi bagian dari bangunan yang akan berdiri kokoh di masa depan, menjadi kader dakwah yang senantiasa bersemangat dalam membangun sebuah peradaban gemilang di masa depan. Allahu Akbar…!!!

Salam hangat, kaderisasi peradaban KAMMI Daerah Madiun raya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Pendidikan Matematika di IKIP PGRI Madiun yang lahir pada tgl 14 April 1989. yang sekarang masih aktif dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Madiun sebagai Ketua bidang Kaderisasi serta sebagai Kedua Dewan Penasehat Pengurus (DPP) LDK UKKI At-Tarbiyah IKIP PGRI Madiun. Selalu semangat dalam mencari ilmu...

Lihat Juga

Ilustrasi - Aksi aktivis dakwah kampus dalam isu Timur Tengah. (Ary)

Kajian Core Competence Dakwah Kampus