Home / Berita / Nasional / Jilbab Polwan, Ujian Bagi Kepemimpinan Kapolri

Jilbab Polwan, Ujian Bagi Kepemimpinan Kapolri

sutarmanpelantikandakwatuna.com –  Jakarta. Penundaan penggunaan jilbab bagi Polwan menuai pro dan kontra. Kapolri yang sebelumnya sudah membolehkan Polwan mengenakan jilbab, dalam waktu singkat langsung mengubah statemennya menjadi menundanya. Raihan Iskandar, anggota Komisi VIII DPR RI dari fraksi PKS menyatakan bahwa dalam masalah ini, kepemimpinan kapolri diuji, Rabu (4/12).

“Karakter kepemimpinan dan manajemen Kapolri benar-benar diuji di sini. Belum seumur jagung statemennya sudah berubah. Yang tadinya membolehkan jilbab bagi Polwan, tiba-tiba berubah menjadi menundanya,”ujar Raihan.

Raihan menambahkan bahwa Kapolri dan polisi harus berubah ke arah yang lebih baik dengan peningkatan ketaqwaan. Apa lagi ini negeri yang jumlah muslimnya mayoritas terbesar di dunia. Polisi sebagai aparatur seharusnya mengayomi dan memberikan kenyamanan dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang mayoritas muslim.

“Menurut saya fleksibel sajalah. Memakai jilbab itu adalah kewajiban dalam agama dan hal ini sekaligus menjadi hak asasi warga Negara yang dilindungi oleh UUD 1945. Alasan penundaan seperti ketidakseragaman sangatlah tidak sesuai dengan kondisi kekinian dan terkesan sangat teknis.

“Masa sih sebuah keyakinan ditunda gara-gara persoalan teknis? Polisi seharusnya memahami hak-hak sipil seperti itu. Sangat diperlukan kebijakan yang arif dari Kapolri,” imbuh Raihan. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Aji Bintara

    Ya gimana ya… kalo pake jilbab ntar ggak bisa nilang sembarangan lagi dong, atasan kan rugi juga.

  • Guest

    Seragam Polwan memang harusnya sifatnya umum tidak membawa Agamanya.
    Bila sudah keranah alasan Agama mundur lagi kita kejaman egoisme
    kelompok atau suku2 yg ditonjolkan. Negara kita sepertinya telah dibuat
    lengah, ada niat secara tidak langsung dgn cara strategis dan pelan2
    akan dibawa kearah tujuan seperti dulu kala. Kelihatan
    seperti politik bubur panas, pertama Aceh, kemudian Polwan, sebentar
    lagi TNI, semua adalah sangat strategis. Sehingga negara kita kehilangan
    ke-Universalannya atau kepribadiannya sebagai bangsa yang merdeka.

  • Guest

    Seragam Polwan memang harusnya sifatnya umum/netral tidak membawa Agamanya.
    Bila sudah keranah alasan Agama mundur lagi kita kejaman egoisme
    kelompok atau suku2 yg ditonjolkan. Negara kita sepertinya telah dibuat
    lengah, ada niat secara tidak langsung dgn cara strategis dan pelan2
    akan dibawa kearah tujuan seperti dulu kala. Kelihatan
    seperti politik bubur panas, pertama Aceh, kemudian Polwan, sebentar
    lagi TNI, semua adalah sangat strategis. Sehingga negara kita kehilangan
    ke-Universalannya atau kepribadiannya sebagai bangsa yang merdeka.

  • Kartini Modern

    Seragam Polwan memang harusnya sifatnya umum/netral tidak membawa Agamanya.
    Bila sudah keranah alasan Agama mundur lagi kita kejaman egoisme
    kelompok atau suku2 yg ditonjolkan. Negara kita sepertinya telah dibuat
    lengah, ada niat secara tidak langsung dgn cara strategis dan pelan2
    akan dibawa kearah tujuan seperti dulu. Kelihatan
    seperti politik bubur panas, pertama Aceh, kemudian Polwan, sebentar
    lagi TNI, apalagi nanti, semua adalah sangat strategis. Sehingga negara kita kehilangan
    ke-Universalannya atau kepribadiannya sebagai bangsa yang merdeka.

    • PANCASILA

      negara ini memang mayoritas islam tapi BUKAN negara islam, ini negara yang plural, sudah jelas pakaian nasional untuk wanita itu kebaya bukan jilbab! salam

Lihat Juga

Kapolri Diminta Tidak Gegabah Kaitkan Aksi 212 Dengan Makar