Home / Berita / Internasional / Afrika / R4BIA Masuk Top 10 Photos of 2013 Versi Majalah Time, Setelah Fotografernya Syahid

R4BIA Masuk Top 10 Photos of 2013 Versi Majalah Time, Setelah Fotografernya Syahid

Foto R4BIA yang masuk salah satu Top 10 versi majalah Time (belfot.com)
Foto R4BIA yang masuk salah satu Top 10 versi majalah Time (belfot.com)

dakwatuna.com – Kairo. Majalah Time memilih satu satu foto tentang pembantaian di R4BIA termasuk dalam 10 foto terbaik tahun 2013. Fotografer pengambil foto tersebut adalah Mush’ab Syami yang merupakan salah satu korban syahid pembantaian oleh militer pengkudeta di Rabiah.

Mush’ab adalah anak muda yang berasal dari kota Alexandria. Dia adalah seorang fotografer yang pemberani. Sebelum syahid, Mush’ab bekerja pada jaringan berita Rassd. Dunia luar bisa mengetahui detail kejadian di Rabiah, salah satunya adalah berkat kerja apik Mush’ab. Karena di akhir-akhir pendudukan Rabiah Mush’ab juga memegang kamera untuk meliput dan menyiarkan demonstrasi secara langsung.

Mush'ab Syami saat meliput dan setelah syahid dalam pembantaian militer di Rabiah, 14 Agustus 2013 (inet)
Mush’ab Syami saat meliput dan setelah syahid dalam pembantaian militer di Rabiah, 14 Agustus 2013 (inet)

Perjuangannya harus berakhir ketika beberapa peluru bersarang di tubuhnya saat meliput pembantaian 14 Agustus yang memukul dunia internasional itu. Militer dan polisi memang menargetkan para juru kamera dan wartawan untuk dihabisi terlebih dulu agar kejahatan mereka tidak bisa dipublikasikan. Banyak juru kamera selain Mush’ab yang dibunuh, di antaranya Habibah, putri Abdul Aziz, salah satu penasihat Presiden Mursi.

Banyak rekan mengakui keberanian dan keikhlasan Mush’ab. Misalnya Musthafa Nubi, yang mengatakan, “Selama ini aku ingin sekali melakukan wawancara dengan seorang syahid sebelum keberangkatannya ke medan jihad. Ternyata Allah swt. memberiku kesempatan melihat Mush’ab dengan pancaran mata dan kata-katan terakhirnya yang menandakan keteguhan.”

Ibunda Mush’ab juga mengatakan, “Ketika membuat surat ijin penguburan, bagian otopsi mempersulit dan memaksa kami menerima surat keterangan bahwa Mush’ab mati bunuh diri. Demi Allah, tubuh anakku mengeluarkan bau harum.” (msa/dakwatuna/twsela)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 9,47 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

15 Orang Palestina Syahid dan 1200 Orang Ditangkap Israel Dalam Tiga Bulan Terakhir