Home / Pemuda / Cerpen / Hidupku Hidup!! (Bagian ke-2)

Hidupku Hidup!! (Bagian ke-2)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (artfulplayground.com)
Ilustrasi (artfulplayground.com)

dakwatuna.com Menjelang pagi,

Berat mata ini untuk terpejam, entahlah … terlalu berat bagiku untuk sengaja memejamkan mata, karena aku paham betul berbaring dan tidur adalah tantangan untukku. Dengan berbaring menjadikanku harus berjuang lebih keras melawan GERD yang selalu memberi sensasi nyeri luar biasa di ulu hati dan berat untuk sekadar menarik nafas, juga mimpi dalam tidur selalu membawaku kembali menapak memoar yang mencabik sudut hati.

Aku tahu, aku begitu mengerti. Kebiasaanku yang sedikit tidur dan lebih memilih asyik dengan laptop dan lembaran kertas adalah kebiasaan yang sangat buruk dan memperlambat proses pemulihanku. Aku memang zhalim terhadap jasadku, tapi inilah caraku, ini caraku untuk lupa, atau lebih tepatnya sengaja melupakan beban-beban yang menghujam.

Bukan aku lari, bukan aku menghindar, bukan aku tak sanggup. Bukan … aku hanya sedang ingin fokus untuk stabilkan sekresi HCL dalam lambungku agar segera bebas dari GERD. Karena hanya aku, diriku Atas izin Allah yang bisa mengendalikan, bukan proton pump inhibitor sekelas esomeprazole atau pariet sekalipun. Semua kembali pada aku, diriku. Dan semua itu bisa tercapai saat pikiranku tak terbebani, saat aku merasa bahagia.

Bahagiaku sederhana. Aku ingin bahagia dengan caraku, dengan terus menyibukkan diri bersama soal-soal di lembaran kertas juga pada sistem CAT yang terinstall di laptopku, agar otakku terus bekerja, agar tak ada kesempatan untukku menangis apalagi membebani diri dengan banyak pikiran sehingga sekresi HCL dalam lambungku tak lagi berlebihan.

Aku tau diri, ancaman sel ganas masih terus membidik esophagus-ku, mencari celah agar bisa singgah di jaringan epitel. Tapi aku tak pernah takut, aku tak pernah menyerah, aku tau, sistem imun-ku begitu kuat sehingga selalu menghalau sel-sel asing sebelum ia sempat singgah (*pede jreng, tapi indra yakin kuasa Allah. Yeyeeeiiii ulala semangat Indra).

Aku tak pernah memaksa Allah untuk segera menghilangkan. Aku hanya terus bertawakal agar diberi kesembuhan, selebihnya aku serahkan semua pada Allah, biar Allah yang menentukan jalan terbaik. Aku hanya ingin diberi keikhlasan dan ketangguhan dalam menjalaninya, agar aku tak lagi memekik dan meronta kesakitan saat nyeri luar biasa menggerogoti ulu hatiku, agar aku tak iri menyaksikan teman-teman yang bisa bebas makan es krim dan coklat, atau bisa makan dengan menu apa saja yang mereka inginkan tanpa terbelenggu oleh aturan dokter. (mulai deh dudulnya)

Aku ingin kuat, aku ingin menjadi yang tangguh meski aku tak sempurna seperti yang lain. Agar aku mampu memenuhi tanggung jawabku sebagai tulang punggung kedua malaikat kecilku secara maksimal, juga agar aku bisa optimal mengabdi membersamai teman-teman WISC.

Allah … Allah yang maha memberi terbaik. Allah yang memberi kesulitan, bukan untuk meluruhkan sendi keimanan, melainkan untuk menempa kita agar lebih berkualitas sebagai seorang hamba-Nya. Seperti janjinya, “jika Allah menimpakan sesuatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya dan Dia-lah Yang Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Yunus: 107).

Allah yang mendatangkan sakit, Allah juga yang menjanjikan bahwa setiap sakit pasti ada obatnya, “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut” (HR. Bukhari)

Dalam muhasabah, gara-gara bandel nekat makan coklat dan berbaring tanpa alas kepala.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sosok biasa yang terus belajar untuk menjadi luar biasa, karena-Nya ...

Lihat Juga

Ilustrasi (123rf.com / Tjui Tjioe)

Sumber Kehidupanku

Organization