Home / Berita / Wawancara / Masisir of the Year (Woman), Dhoriefah Niswah El-Fidaa’: Kemauan, Kerja Keras, dan Kualitas

Masisir of the Year (Woman), Dhoriefah Niswah El-Fidaa’: Kemauan, Kerja Keras, dan Kualitas

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Dhoriefah Niswah El-Fidaa'. (Irhamni Rofiun)
Dhoriefah Niswah El-Fidaa’. (Irhamni Rofiun)

dakwatuna.com Masisir of The Year adalah penghargaan khusus bagi insan akademis mahasiswa Indonesia di Mesir yang berprestasi di dua bidang sekaligus, dunia kampus dan dunia organisasi atau kegiatan di luar kampus. Di setiap provinsi atau kekeluargaan diambil satu orang terbaik untuk dinilai oleh tim khusus untuk memperebutkan gelar prestisius Masisir of The Year, tak hanya itu saja khalayak umum pun berhak untuk menilai para finalis melalui vote di website yang dikelola PPMI-Mesir. Semua nilai diakumulasikan menjadi satu, pada edisi yang lalu sudah dibahas pemenang Masisir of The Year (Men), maka wawancara selanjutnya adalah kepada pemenang Masisir of The Year (Women), Dhorifah Niswah El-Fidaa, yang juga putri dari KH. Hasan Abdullah Sahal, salah satu pimpinan pondok modern darussalam Gontor, Ponorogo.

Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwasanya nama Dhorifah Niswah El-Fidaa’ masuk sebagai nominasi Masisir of The Year serta bagaimana komentar Anda tentang adanya penghargaan kepada Masisir of The Year itu sendiri?

Alhamdulillâh ini merupakan amanah pada saya. Saya mengucapkan terima kasih pada amanah ini. Penghargaan tentang adanya Masisir of The Year itu sendiri adalah gagasan mulia PPMI-Mesir -menurut saya- karena dengan adanya penghargaan seperti ini kita sebagai mahasiswa Indonesia di Mesir akan termotivasi untuk selalu berkarya dan berbuat yang terbaik.

Lantas, setelah mendapatkan penghargaan itu, apa yang bisa Anda ambil, ada tidak keinginan untuk meraihnya kembali di tahun mendatang?

Menurut saya penghargaan ini adalah amanat. Jadi, setiap orang dipercaya untuk meraih penghargaan ini sebagai sebuah amanat dan siapapun berhak meraih amanat ini, hanya ukurannya diserahkan saja kepada yang bertanggung jawab.
Kemudian untuk tahun mendatang, saya percayakan amanat ini pada yang lain saja karena saya mempercayai penghargaan ini adalah sebuah amanah serta saya ingin kawan-kawan lebih berkarya karena banyak di antara kawan-kawan yang mempunyai potensi untuk meraih penghargaan itu.

Jikalau ini sebuah amanah, apa yang akan Anda lakukan untuk sebuah amanat ini?

Yang akan saya lakukan untuk amanat ini, saya akan menjadi diri saya yang terbaik untuk kongkretnya, saya belum menentukan tetapi setelah mendapat amanah ini, saya ingin mewujudkan diri saya menjadi diri saya yang terbaik.
” I’ll be my best, i will be my best’’ begitu mungkin bahasa singkatnya.

Bagaimana perjalanan akademis Anda selama ini?

Perjalanan akademis saya? Bagaimana ya? Saya hanya belajar semampu saya walau di tengah-tengah kesibukan dan berbagai benturan kehidupan yang tak henti. Yang penting tak lupa akan tanggungjawab sebagai mahasiswi. Bagaimanapun keadaan saya, tanggung jawab pertama di Mesir sebagai seorang mahasiswi tak akan saya lupakan, saya usahakan untuk tak melalaikannya.

Kemudian, selama ini Anda terkenal sebagai seorang aktivis di berbagai organisasi, lantas bagaimana cara mengaturnya jikalau ada kegiatan pada waktu yang sama serta mana yang di prioritaskan?

Berusaha konsisten pada jadwal harian, ketika belajar ya belajar walau terkadang saya juga bad mood, yang penting sesibuk apapun berusaha untuk tak melupakan belajar. Dan yang perlu diingat bahwasanya antara akademis dengan organisasi keduanya sama penting dan keduanya saling mendukung. Sebenarnya pada tahun ini organisasi kita sudah memfokuskan perhatiannya pada peningkatan akademis yaitu dengan adanya peraturan bahwa acara-acara dan kumpul-kumpul organisasi harus dilaksanakan pada sore hari dan bukan pagi hari seperti dulu.

Kemudian akademis itu kalau di Mesir -katanya- identik dengan perkuliahan, organisasi identik dengan peningkatan diri, sebenarnya kita perlu menambah lagi yaitu peningkatan intelektualitas kita seperti kajian atau talaqqi, dan itu juga sangat mendukung akademis kita dan memilih jadwal talaqqi yang tak bersinggungan dengan jadwal kuliah sebenarnya juga bisa menjadi salah satu solusi tepat.

Ada tidak pengaruh lingkungan dengan kondisi belajar, jikalu ada bagaimana cara menghadapinya?

Pengaruh lingkungan sudah pasti ada dan cara menghadapinya ya dengan mengkondisikan diri dan tidak menyesuaikan diri, contohnya antara kehidupan asrama dan luar asrama sebenarnya sama tergantung orangnya, tapi fakta riil lebih cenderung sepakat bahwa asrama memang lebih dapat memfokuskan belajar, hanya saja ketika kita tinggal di luar asrama kita harus lebih hati-hati untuk mengkondisikan diri. Di asrama pun begitu hanya memang kalau di asrama tak sesulit kehidupan di luar.

Terakhir, ada tidak tips-tips yang selama ini Anda jalani demi suksesnya akademis dan organisasi sehingga banyak karya-karya yang dihasilkan?

Saya dalam menjalani hidup kerap diingatkan orangtua untuk melaksanakan 3K dalam melaksanakan berbagai macam hal “Kemauan, Kerja Keras dan Kualitas”. Berawal dari kemauan, kemudian kita akan berusaha untuk bekerja keras mencapai apa yang kita mau dan kemudian pula kita akan meraih kualitas diri kita sebagai perwujudan dari kemauan dan kerja keras kita, nah di kerja keras saya memiliki dua usaha yaitu usaha dan doa, biasanya usaha saya 30 % dan doa saya 70%. Ini adalah nasihat kawan saya, katanya 30 % usaha dan 70 % doa, akhirnya saya maksimalkan keduanya. Soal usaha, apa pun usaha akan saya coba membaca muqorror, meringkasnya, dan yang terakhir membaca berulang-ulang atau menghafal baru kemudian ujian. Kalau di organisasi tidak banyak triknya yang jelas usaha saja seoptimal mungkin dengan kemampuan yang kita miliki.

Curriculum Vitae

Nama: Dhoriefah Niswah El-Fidaa’
TTL : Ponorogo, 21 Oktober 1985
Pekerjaan: Mahasiswi Pascasarjana Ushul Fiqh Al Azhar Mesir
Kekeluargaan : Gamajatim
Almamater : IKPM Gontor
Prestasi :

  • Juara I lomba menulis Essai IKPM Cup
  • Juara 2 Lomba menulis kolom fatayat
  • Mahasiswi Berprestasi (Mumtaz) tingkat I tahun 2005-2006
  • Mahasiswi Berprestasi (Mumtaz) tingkat II tahun 2006-2007
  • Mahasiswi Teladan (Masisir of The Year) 2008

Aktivitas :

  • Ketua DPA Wihdah
  • Reporter Arus Kampus
  • Anggota Salsabila Study Club
  • Anggota kajian Cimas ICMI ORSAT Kairo
  • Staf Redaksi Latansa 2006-2007
  • Redaktur Ahli Latansa 2007-2008
  • Bagian keilmuan Wihdah PPMI 2006-2008

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Irhamni Rofiun
Moderat, pecinta Al-Quran, suka menulis dan berbagi informasi, juga blogger mania.

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel