Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Nikmat Terbesar Itu Adalah…

Nikmat Terbesar Itu Adalah…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Wahai Engkau Yang Maha Kaya,
Ternyata nikmat terbesar itu bukan harta…
Kini aku menyadari,
Ternyata nikmat terbesar itu bukan kekuasaan,
bukan juga kekuatan,
apalagi kebebasan, untuk melakukan, untuk memiliki apapun yang aku ingini.

Tapi nikmat terbesar itu adalah…
Ketika aku Mengingat-Mu,
lalu meneteslah air mataku,
dan lemahlah terasa sekujur tubuhku,
hatiku cemas penuh harap,
sambil berucap “aku ingin kembali pada-Mu”,
aku tak ingin jauh dari-Mu,
aku, aku ingin tetap di sini,
dengan rasa ini,
sungguh aku tak kuat lagi,
aku benar-benar merindu-Mu.
“Aku mencintai-Mu”.
Izinkan aku untuk terus mengucapkan kata-kata ini
sampai aku kembali kepada-Mu.

Jangan, jangan ambil rasa ini dariku…
Jangan, jangan cabut rindu ini dariku.
Jangan, jangan ambil lagi cinta ini dariku.

Biarkan aku memiliki selamanya…
Sampai Engkau benar-benar memanggilku.

Kumohon pada-Mu…
Terimalah aku dengan segenap dosa-dosaku…
Terimalah aku dengan segenap kenistaanku…
Terimalah aku yang mengemis kasih-Mu.

Wahai Engkau, pemilik jiwaku…
Wahai Engkau, Penggenggam hatiku…
Wahai Engkau, Penguasa hidupku…
Wahai Engkau, Semoga aku selalu merindu-Mu wahai tujuan hidupku…
Jangan Engkau biarkan aku jauh dari-Mu, walau hanya sekejap…
Rabbku… Aku mohon ampun untuk semua dosa-dosaku…
Rabbku… izinkanlah ketika aku terbangun nanti, kata yang pertama terucap dari lisanku adalah
Allah Tuhanku, Allah Tujuan hidupku, Aku mencintai-Mu.
Rabbku… izinkanlah ketika nanti aku harus menutup mataku dari indahnya dunia-Mu,
maka lisan yang terucap adalah “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Aidul Fitri Nasti
Lahir di Mangaledang Lama, sebuah desa terpencil di provinsi Sumatera, tahun 1989, Anak kedua dari tiga bersaudara. Alumni Universitas Negeri Medan Jurusan Pendidikan Teknik Elektro angkatan tahun 2007, berpengalaman sebagai pendidik (guru) di beberapa SMK di kota Medan. Memiliki hobi menulis dan belajar otodidak seputar program komputer. Saat ini sedang mengikuti Program Pendidikan Calon Pendidik Akademi Komunitas di Kota Bandung. Bercita-cita Menjadi Pendidik yang mampu menginspirasi banyak orang agar menjadi insan produktif dan berakhlak mulia. Memiliki impian untuk mengunjungi Masjid-Masjid di Seluruh Penjuru dunia. Suka berpetualang dan senang beradaftasi dengan lingkungan baru.

Lihat Juga

Jokowi Lantik Relawannya Sebagai Dubes Indonesia Untuk Mesir