Home / Berita / Nasional / Akil Mochtar Tak Pernah Muluskan Pilkada Jabar

Akil Mochtar Tak Pernah Muluskan Pilkada Jabar

aherdakwatuna – Bandung. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menegaskan tidak pernah ditawari oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif, Akil Mochtar dalam sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar beberapa waktu lalu.

“Ngak pernah (ditawari). Perbedaan suaranya juga sangat jauh mencapai 800 ribu,” ujar Heryawan kepada wartawan di lapangan Gasibu, Kota Bandung, Sabtu (5/10/2013).

Sebelumnya, langkah Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar untuk meraih kursi Jabar satu terhalang Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang menggugat Pilkada Jabar ke MK.

MK memutuskan Heryawan-Demiz sebagai pemenang pilkada. Salah satu Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut adalah Akil Mochtar yang saat itu masih menjadi anggota majelis.

Ditanya mengenai Akil yang ditangkap KPK, Ahmad Heryawan merasa tidak pas untuk berkomentar. “Jangan nanya ke gubernur, pakar saja yang berbicara,” ujar Aher. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Cahyo Nugroho

    maaf editor, kalau mau bikin berita judul sama artikel harap sinkron… jangan niru niru media lain yg cuma nyari pembaca lewat judul yang “wah” saja.

  • andrapermana

    saya sarankan kalau bikin berita itu yg berbobot & bisa dibuktikan kebenarannya. ini sudah kesekian kalinya berita ndak bermutu yg di shaer dakwatuna. tolong dong jangan bikin malu lah, bagaimana orang mau melirik media islam kualitasnya beritanya seperti ini dan cenderung subjektif

Lihat Juga

Forjim Dukung Sikap Tegas MUI Atas Penghinaan Alquran oleh Ahok

Forum Jurnalis Muslim Dukung Sikap Tegas MUI Atas Penghinaan Alquran oleh Ahok